Selama beberapa tahun terakhir, aktivis hukum Feri Amsari telah menjadi duri dalam daging dua pemerintahan.
Di hari-hari terakhir masa jabatan mantan Presiden Joko “Jokowi” Widodo, Feri menjadi kritikus vokal terhadap pemerintahannya, tampil di sorotan untuk bersuara menentang apa yang dia lihat sebagai pelanggaran atas hukum dan prinsip-prinsip demokrasi.
Ia menjadi suara terkemuka yang menentang rencana Jokowi untuk mencalonkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai wakil presiden.
Kini, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Feri sekali lagi menolak untuk diam.
Ia kini menjadi tamu tetap di banyak acara talk show televisi dan podcast, dan telah dikenal sebagai pendebat yang garang yang bersedia menantang setiap poin pembahasan pemerintah.
Beberapa pernyataannya yang tegas tanpa kompromi kadang-kadang membawanya ke dalam masalah. Pada bulan April, sekelompok orang melaporkan Feri ke polisi karena menyebut klaim Kementerian Pertanian tentang swasembada beras nasional sebagai tipuan.