Gugus penyanyi gadis Indonesia No Na adalah bagian dari pergeseran itu.
Setahun setelah debut bersama 88rising, label yang berbasis di New York dan fokus pada musik Asia, kuartet Esther Geraldine, Baila Fauri, Christy Gardena dan Shazfa “Shaz” Adesya telah muncul di atas gelombang Asia Tenggara yang sedang bangkit seiring dengan Filipina’s BINI, Thailand’s 4EVE dan Malaysia’s DOLLA.
Secara daring, penggemar dan seniman semakin merangkul istilah “SEAblings”, gabungan kata dari “SEA” untuk Asia Tenggara dan “siblings”, untuk menggambarkan meningkatnya solidaritas regional dan kebangkitan bersama lintas batas negara.
Bagi No Na, momentum itu terasa sangat pribadi.
“Merupakan suatu kehormatan sejati untuk disebutkan bersama para perempuan dan seniman luar biasa di industri ini. Kami bangga mewakili Indonesia, dan sangat menginspirasi melihat semakin banyak aksi Asia Tenggara meraih pengakuan global secara bersama-sama,” kata grup tersebut.
“Tujuan kami selalu adalah menempatkan Indonesia di peta dan menggunakan platform ini untuk menampilkan budaya kami ke dunia dengan cara yang autentik dan bermakna.” — No Na