Ketika Perceraian Membuat Nafkah Anak Hanya di Atas Kertas

28 Juli 2026

Berduka membutuhkan waktu, katanya, dan orang-orang perlu memberi ruang untuk beradaptasi dengan keadaan baru mereka. Orang-orang di sekitarnya sebaiknya merespons dengan empati daripada menghakimi atau memberikan saran yang tidak diminta.

“Mereka hanya ingin didengarkan, itu saja. Kamu tidak perlu memberi pendapatmu. Cukup beri tahu mereka, ‘Saya turut prihatin atas apa yang terjadi. Saya berharap ini adalah keputusan terbaik untukmu. Apa yang kamu butuhkan sekarang? Beri tahu saya,’ ujar dia.”

Poppy menambahkan bahwa perceraian juga membawa tanggung jawab jangka panjang, terutama bagi para ibu, yang sering menjadi pengasuh utama.

“Kita membutuhkan koordinasi yang lebih kuat antara Mahkamah Agung dan kementerian terkait untuk memastikan perintah nafkah anak diterapkan.” — Theresia Dyah Wirastri, direktur, Pusat Studi Perempuan dan Gender, Universitas Indonesia

Dukungan yang tidak memadai

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar