Brahms, Beethoven, dan Keunggulan Austro-Jerman Menggema di Jakarta

27 Juli 2026

Seiring dengan Ludwig van Beethoven, Wolfgang Amadeus Mozart, Franz Schubert, dan Robert Schumann, Brahms berada di antara para maestro musik klasik legendaris Eropa, terutama dalam tradisi Austro-Jerman.

Bagi para musisi klasik, menguasai karya Brahms adalah tantangan yang sangat berat. Stephen Tong, konduktor dan pendiri Aula Simfonia Jakarta, menyoroti tuntutan unik dari repertoar sang komponis. Selain energi fisik yang luar biasa, seorang pianis memerlukan kelincahan luar biasa dan kecepatan jari yang tinggi agar bisa memberi keadilan terhadap karya-karya seorang maestro yang menjalani hidup sederhana di sudut sunyi Wina.

“Beethoven itu berapi-api, Mozart itu seorang jenius, tetapi Brahms membakar kembali nyala Beethoven,” ujar Stephen.

Namun, Stephen mencatat bahwa kehebatan Brahms pada akhirnya berakar pada Beethoven, yang dia puji karena menuangkan energi mentah dan meledak ke dalam komposisinya. “Api yang besar. Energi kehidupan. Sebuah kekuatan yang kuat dibentuk melalui pergumulan pribadi, karena hidupnya jauh dari mudah,” kata Stephen, yang juga dikenal luas sebagai pendeta dan penginjil terkemuka.

“Brahms sangat sulit. Tidak hanya bagi saya, tetapi bagi semua orang.” — Rueibin Chen, pianis

Panggung bagi maestro

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar