Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bali telah mengonfirmasi bahwa antara 8 dan 14 Desember 2025 provinsi tersebut telah dilanda lebih dari 65.000 sambaran petir.
Bali saat ini mengalami dampak Siklon Seed 93S, yang menyebabkan banjir luas di daerah resor wisata teratas.

Kepala Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bali (BMKG), Ketut Sudiarta, mengatakan kepada wartawan, “Sambaran petir terbanyak terjadi di Kabupaten Tabanan selama periode tersebut.” Peringatan cuaca ekstrem diterapkan hingga 18 Desember, dan bisa diperpanjang.
Kabupaten Tabanan, rumah bagi atraksi wisata terkemuka seperti Pura Tanah Lot dan Teras Sawah Jatiluwih, mencatat 19.112 sambaran petir dalam empat hari saja.
Kabupaten Badung, yang meliputi destinasi seperti Canggu, Seminyak, Legian, dan Kuta, mengalami 5.753 sambaran petir. Meskipun jumlah sambaran petir yang mencengangkan ini bisa menakut-nakuti saat dibaca, kekhawatiran utama adalah banjir yang sedang melanda Bali saat ini.
Wisatawan dan penduduk telah dievakuasi dari properti mereka selama empat hari terakhir, dengan lebih banyak evakuasi diperkirakan akan dilakukan seiring hujan terus turun. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali (BPBD) mengonfirmasi bahwa lima dari sembilan kabupaten Bali telah terdampak banjir.
Kepala BPBD Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengonfirmasi “Peristiwa pertama adalah banjir di Karangasem, keesokan harinya kami mengalami insiden di Denpasar dan Badung, lalu kemarin (Senin 15 Desember) Gianyar dan Jembrana, dan ancaman ini masih memiliki potensi untuk beberapa hari ke depan.”
Ia menambahkan, “Kemudian di Denpasar terdapat 20 titik banjir dan di Badung 14 titik, jadi cukup banyak, meskipun tidak sebanyak pada September, dan titik-titik tersebut berbeda karena karakteristik curah hujan berbeda.”
Yadnya melanjutkan, “Di Gianyar, kemarin satu orang terluka, tetapi tidak ada evakuasi. Semua orang berada di rumah, tetapi banyak rumah yang terdampak. Di banyak tempat, sudah ada wilayah yang terkena banjir. Namun, air meningkat. Sebelumnya, ketinggian air di bawah lutut; sekarang telah naik ke pinggang.”
Ketika ditanya tentang dampak yang ditimbulkan Siklon Seed 93S terhadap pariwisata, Yadnya mengonfirmasi bahwa 191 keluarga lokal terdampak oleh cuaca ekstrem pekan ini, dan setidaknya 150 wisatawan harus menyesuaikan rencana perjalanan mereka.
Ia mencatat, “Lebih dari 150 wisatawan tidak dievakuasi tetapi dipindahkan ke akomodasi lain. Beberapa check out, dan beberapa memang berada di akhir masa liburan mereka. Namun ada juga yang memperpendek liburan.”
Pelacak Darurat Cuaca Bali
Siklon Seed 93S telah membawa lebih dari 65.000 sambaran petir dan banjir. Berikut dampaknya terhadap perjalanan Anda. Klik untuk menampilkan.
Yadnya mengeluarkan pembaruan yang mengkhawatirkan mengenai kesiapan Bali untuk menghadapi sisa musim hujan, yang biasanya berlangsung hingga akhir Maret dan masuk ke awal April.
Ia menjelaskan, “Daya dukung lingkungan belum siap, belum sesuai dengan kemampuan untuk membuang air dengan tepat, perencanaan tata ruang, sistem drainase, memang, kami membutuhkan rekayasa sistem drainase untuk mengantisipasi curah hujan.”

Para petugas dari Satuan Search and Rescue Bali, Barsarnas, juga telah merespons panggilan darurat dan telah mendesak wisatawan serta publik luas untuk mematuhi peringatan cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG.
Pada Selasa malam, tim Barsarnas berhasil menyelamatkan dua nelayan lokal yang perahu jukung tradisionalnya terbalik setelah dihantam gelombang tinggi.
Hal ini membuat Kepala Barsarnas mengeluarkan pembaruan kepada operator tur, kru nelayan, dan wisatawan, untuk meminimalkan waktu di lautan dan menghindari masuk ke air selama badai dan gelombang tinggi.
Nyoman Sidakarya kepada wartawan, “Kami memperingatkan Anda lagi dan menyarankan Anda untuk menghindari aktivitas di air, gunung, dan area terbuka lainnya. Cuaca buruk ini diperkirakan bertahan hingga Januari.”

Wisatawan yang menuju Bali sebaiknya memastikan bahwa mereka memiliki asuransi perjalanan yang sepenuhnya komprehensif yang mencakup perlindungan terhadap bencana alam. Wisatawan sebaiknya tetap mengikuti pembaruan peringatan cuaca terbaru yang dikeluarkan oleh BMKG melalui akun Instagram resmi.