Desa Wisata Bali: Perjalanan Sehari yang Berbudaya dan Ramah Keluarga

15 Februari 2026

Salt Farmer in Bali.jpg

Mungkin desa pariwisata paling terkenal di Bali adalah Desa Penglipuran. Komunitas ini mencapai ketenaran internasional setelah dinobatkan sebagai desa paling bersih di dunia dan memenangkan penghargaan Best Tourism Village in the World dari UN World Tourism Organisation sebanyak dua kali.

Desa Penglipuran bukan satu-satunya komunitas yang menerima pengakuan seperti itu. Pada akhir 2025, Desa Pemuteran di Bali Utara memenangkan penghargaan tersebut dan diperkirakan akan menjadi permata bagi Kabupaten Buleleng untuk pariwisata selama beberapa tahun ke depan.

Sebagai komunitas nelayan pedesaan, Desa Pemuteran memiliki banyak hal yang ditawarkan kepada wisatawan, termasuk akses ke salah satu terumbu karang paling melimpah di pulau ini. Wisatawan juga bisa bergabung dalam tur melihat lumba-lumba saat matahari terbit, berinteraksi dengan komunitas setempat, dan belajar tentang budaya mereka secara langsung.

Desa-desa pariwisata akan dipromosikan kepada wisatawan sepanjang 2026, jadi wisatawan dan pelancong yang merencanakan kunjungan ke pulau ini sekarang sebaiknya mencari paket perjalanan harian dan tur ke destinasi budaya kaya ini. Mengunjungi sebuah desa pariwisata Bali adalah ramah keluarga dan merupakan perjalanan sehari yang terjangkau.

Masyarakat telah membuka pintu mereka untuk publik dan menciptakan program pariwisata yang menawarkan pengunjung pandangan intim tentang kehidupan sehari-hari di pulau tersebut, mulai dari kelas memasak dan kunjungan kuil hingga demonstrasi pertanian dan immersi seni.

Wisatawan tidak perlu jauh-jauh menyimpang dari jalur utama untuk menemukan yang terbaik dari desa-desa pariwisata Bali. Kabupaten Badung, rumah bagi destinasi ikonik seperti Canggu, Seminyak, Legian, dan Kuta, akan mengembangkan lima desa pariwisata baru pada tahun 2026 saja.

Berbicara kepada wartawan bulan lalu, Kepala Divisi Tujuan Pariwisata Kantor Pariwisata Badung, I Gede Made Sukayasa, menjelaskan bahwa pembangunan akan dilakukan di Desa Pariwisata Kapal, Desa Pariwisata Petang, Desa Munggu, Desa Bongkasa Pertiwi, dan Desa Pangsan. Kelima desa ini termasuk di antara delapan belas desa wisata total di Kabupaten Badung. 

Desa Munggu adalah salah satu desa pariwisata Badung yang lebih dikenal dan kini menjadi rumah bagi Monumen Mekotek dan Taman Budaya baru, yang dibuka oleh Bupati Adi Wayan Arnawa pada akhir 2025.

Dia berkata kepada wartawan pada saat itu, “Kami menghargai keberhasilan komunitas dalam mengembangkan potensi desa mereka. Ini akan menjadi warisan bagi anak-anak dan cucu kami, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan komunitas.”

Mekotek In Munggu Village Bali.jpg

Wisatawan yang ingin mengunjungi salah satu desa pariwisata Bali dan mendukung destinasi yang sedang berkembang dan terpencil sebaiknya melihat atraksi seperti Desa Batubulan di Kabupaten Gianyar, Desa Trunyan di Kabupaten Bangli, dekat dengan Danau Batur, atau Les Village di Bali Utara.

Sebagai desa pariwisata yang mapan namun kurang dikenal, Les Village menawarkan retret total dan immersi budaya bagi wisatawan, baik mereka datang untuk sehari maupun menginap seminggu.

Selama kunjungan, wisatawan dapat mempelajari semua teknik garam tradisional yang telah menjadi sumber pendapatan bagi keluarga-keluarga lokal selama beberapa generasi, selain aktivitas nelayan dan pertanian buah-buahan.

View of Lake Batur Kintamani Bali

Para pengunjung bahkan diundang untuk mempelajari proses pembuatan arak. Arak adalah minuman keras kelapa tradisional Bali, diminum pada acara-acara khusus di seluruh pulau.

Roh yang kuat ini memainkan peran penting dalam warisan budaya pulau dan menawarkan tamu pintu gerbang ke sisi budaya pulau yang lain.

Traditional-Bali-Arak-In-A-Class-With-Ice-And-Lime-Overlooking-Rice-Field

Tak hanya makanan dan pertanian yang bisa dinikmati wisatawan di Les Village, tetapi juga keajaiban alam komunitasnya. Pantai berpasir hitam, berjejer dengan perahu junkung tradisional, adalah tempat yang indah untuk bersantai dan melepaskan diri, dan Air Terjun Les adalah salah satu air terjun terindah (dan paling tidak ramai) di pulau ini, sempurna untuk menyegarkan diri di hari yang panas.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar