Diluncurkan pada 1982, tahun ini saja jumlah entri Indonesia yang luar biasa banyaknya mencapai 1.400, meninggalkan kurator seleksi Agung Hujatnikajennong, Alia Swastia dan Venus Lau dengan tugas yang sangat menantang untuk memilih seniman-seniman yang pantas memenangkan hadiah di berbagai kategori.
Kepala komunikasi strategis dan merek UOB, Maya Rizano, mengungkapkan bahwa pemenang hadiah utama akan berkompetisi melawan para pemenang dari cabang ASEAN pada tanggal 12 November. Pemenang tersebut akan memperoleh tambahan US$13.000 dan residensi tiga bulan di Cité Internationale des Arts Paris.
Yang sangat dinantikan oleh komunitas seni, Lukisan Tahun Ini di Indonesia ke-15 dibuka dengan 48 finalis. Ini mencakup delapan seniman pemenang dari kategori pendatang baru maupun mapan. Pameran juga menampilkan delapan karya seni dari jaringan alumni UOB Painting of the Year.
Meskipun banyak pengharapan terhadap kemajuan kreativitas tahun ini, karya utama benar-benar muncul sebagai sorotan: Kekuasan dalam Kesetaraan (Power within the Realm of Equality) oleh seniman mapan Eddy Susanto.
Karya ini berfokus secara artistik dan estetis untuk menutup kesenjangan antara persepsi budaya yang berbeda tentang tradisi Timur (Jawa) dan Barat. Kesetaraan dan kekuasaan adalah topik hangat di dunia saat ini, dan di dalamnya terdapat isu-isu seputar gender, patriarki dan hak asasi manusia.