Dopamin: Segitiga Uang, Pernikahan, dan Kegilaan

4 Desember 2025

Begitulah dunia yang membuat gila seperti yang dibayangkan dalam Dopamin (Dopamine) oleh sutradara-penulis film Teddy Soeria Atmadja, yang terkenal dengan film-filmnya yang diakui secara kritis seperti Lovely Man (2011) dan The Architecture of Love (2024).

Dalam tawaran terbarunya, sebuah drama bertahan hidup, Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon memainkan para protagonis utama, yang ditempatkan dalam bak petri sinematik di mana satu variabel gila demi variabel lain terus mendorong batas-batas mereka.

Dopamin mungkin adalah petualangan tergila-gila Teddy dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, film ini juga berbagi esensi dari banyak film sebelumnya: hubungan manusia.

“Jika Anda melihat semua film saya, mulai dari Banyu Biru [Blue Banyu] hingga , Something in the Way dan About a Woman, benang merahnya selalu tentang hubungan antar manusia, terlepas itu thriller atau drama,” kata Teddy dalam sebuah wawancara pada 29 Oktober, setelah pemutaran pers Dopamin di Jakarta.

“Itulah sebabnya ketika membuat film seperti Dopamin yang mungkin memiliki unsur thriller dalam ceritanya, tetap saja tentang hubungan manusia. Ini tetap tentang suami dan istri. Ini tetap tentang cinta,” katanya.

Menyelamatkan cinta atau uang

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar