Festival jazz, yang dianggap salah satu yang terbesar di Asia, dijadwalkan berlangsung dari 29 hingga 31 Mei di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di PIK 2, sebuah venue yang baru dibangun seluas 40 hektar yang baru dibuka tahun lalu.
Tempat baru ini menandai peralihan dari lokasi ikonik festival selama bertahun-tahun di Jakarta International Expo (JIEXPO) di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang berjarak 20 kilometer di utara tempat penyelenggaraan pertama festival pada 2005 di Jakarta Convention Center (JCC) di Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno di Senayan.
“Ini adalah langkah besar, tetapi kami harus melakukannya agar lebih baik dan mengeksplorasi [peluang baru] dengan ruang yang lebih besar,” kata presiden direktur Java Festival Production, Dewi Gontha, dalam konferensi pers pada hari Rabu.
Dewi juga mengatakan perubahan tersebut, bersama dengan sponsor pertama dari bank swasta raksasa Indonesia Bank Central Asia (BCA), mewakili “awal yang baru” bagi acara ini, yang telah berlangsung setiap tahun selama 21 tahun dan menarik nama-nama internasional sebagai penampil utama.
Grup-grup jazz seperti Incognito dan musisi yang dekat dengan jazz seperti Sting dan Laufey telah menghiasi deretan penampil berbintang festival sepanjang masa.
Untuk edisi 2026, dua artis Amerika pemenang Grammy: Jon Batiste, penyanyi jazz solo, dan Ella Mai, penyanyi R&B, serta band indie rock Korea Selatan Wave to Earth, dipastikan menjadi penampil utama di antara lebih dari 100 penampil.