Namun belakangan ini, para influencer makanan dan kafe telah mulai mempromosikan bahan-bahan lokal melalui kreasi modern, memberi mereka kesempatan untuk ikut dalam gelombang yang sama.
Suratini, 47 tahun, yang dikenal sebagai Tin, menjadi viral di Instagram ketika ia mengganti bahan konvensional dengan kimpul (Xanthosoma sagittifolium), menjadikannya julukan “Ibu Kimpul” di berbagai platform.
Ia menggunakan frasa yang kini viral, “Karena tidak punya, maka saya ganti kimpul (Karena saya tidak punya itu, saya menggantinya dengan talas)”, untuk memperkenalkan hidangan yang telah ia buat dengan umbi tersebut, baik minuman dengan mutiara boba maupun sup krim.
Tetapi kimpul, juga dikenal sebagai talas Belitung, bukanlah penemuan baru. Umbi ini telah lama dikonsumsi secara lokal sebagai sumber karbohidrat dan alternatif untuk nasi.
Evy Damayanthi, dosen nutrisi di IPB University, mengatakan kimpul rendah lemak dan memiliki indeks glikemik yang rendah, menurut National Geographic Indonesia. Ia juga mengandung serat pangan, pati resisten, mineral, vitamin B3, dan senyawa bioaktif.
Artikel yang sama mencatat bahwa umbi ini masih dibudidayakan di beberapa bagian negara, termasuk Semarang dan Klaten di Jawa Tengah, terutama di sekitar lereng Gunung Merapi, serta di beberapa bagian Sumatera dan Nusa Tenggara Barat.