Igor Tamerlan adalah seorang asing di tanah kelahirannya sendiri.
Lahir dengan nama Igor Tamerlan Djoehana Wiradikarta pada tahun 1954 di Den Haag, Belanda, ia menghabiskan sebagian besar masa pembentukannya di Paris. Namun pada 1986, ia tiba-tiba meninggalkan Prancis dan pindah ke Bali. Perjalanan hidupnya di Indonesia akan sama beraninya dengan masa-masanya di Republik Kelima Prancis.
“Ia ingin menetap di Indonesia dan menikahi seorang gadis lokal,” kata saudara perempuan Igor, Anda Djoehana, dalam sebuah dokumenter yang akan datang tentang kehidupan dan karya sang musisi.
Diharapkan akan memasuki pasar internasional pada awal 2026, Bali Vanilli: Experimental Pop from Paradise Island (1987-1991) adalah retrospektif pertama mengenai musik Igor.
Kompilasi ini menampilkan beberapa karya terbaiknya, musik yang akan tenggelam dalam kegelapan jika bukan karena kerja keras sutradara film Alfred Pasifico Ginting: Ia berhasil melacak rekaman master mereka saat melakukan penelitian untuk film dokumenter tentang Igor.
“Musik Igor unik karena ia menggabungkan banyak unsur dari musik tradisional seperti gamelan. Tetapi ia telah banyak meneliti tentang unsur-unsurnya sehingga tidak terdengar eksotik ketika digabungkan dengan unsur Barat,” kata dia.