Didirikan pada tahun 2017, RAD+ar (Penelitian Desain Artistik + arsitektur) adalah sebuah firma yang dikenal karena pendekatan desain responsif terhadap iklim di lingkungan perkotaan. Studio pemenang penghargaan ini membangun prototipe dalam kondisi nyata, memperlakukan iklim, naungan, angin, orientasi matahari, dan kelembapan sebagai alat desain yang fundamental, dan membagikan karyanya sebagai bagian dari praktik kreatif dan riset yang lebih luas.
“Kami secara aktif menggeser narasi bahwa keberlanjutan harus mahal karena itu tidak benar,” kata Antonius. “Ketika kita membicarakan keberlanjutan, seringkali kurang tentang desain dan lebih tentang penegakan; bagaimana menjadi lebih inklusif, bagaimana menjadi lebih murah hati terhadap masyarakat.”
Salah satu proyek studio yang banyak dibicarakan adalah Chicken Hero Pavilion. Dipasang sebagai instalasi sementara di Urban Forest di Jakarta Selatan, struktur bergunung yang dibangun menggunakan bambu daur ulang untuk atap hijau itu bertujuan mengatasi masalah sampah Indonesia melalui gagasan peternakan unggas di halaman belakang.
“Proyek itu menjadi viral,” kenang Antonius. “Bukan soal kandang ayam. Ini tentang menunjukkan kepada pengembang dan pembuat kebijakan bahwa perubahan bisa terjadi melalui cara-cara kecil dan tidak harus terlihat ‘seksi.’ Pada saat yang sama, daya tarik visual juga penting, itulah sebabnya kami menyajikannya secara estetis, untuk membuktikan sebuah argumen.”
RAD+ar merupakan bagian dari generasi baru praktisi di Indonesia yang memperluas identitas desain negara dan narasinya melampaui kerangka kerja yang telah mapan.
Saat ini, keberlanjutan tidak lagi diperlakukan sebagai hal yang dipikirkan kemudian, melainkan sebagai proses sadar yang tertanam sejak awal. Eksplorasi material semakin sering diuji dibandingkan diajukan, sementara kolaborasi lintas disiplin secara aktif dikejar.