Sylviana Hamdani
Kontributor/Jakarta
Keheningan yang penuh antisipasi memenuhi Artisan Lounge di hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara ketika William Tristan Mahendra berdiri, merapikan setelan hitamnya, dan berjalan menuju podium. Ia menyesuaikan mikrofon, melirik catatannya, dan mulai memaparkan sudut pandang negara yang ditugaskan terhadap isu-isu global terkini.
Argumen-argumen bocah berusia 14 tahun itu jelas dan terstruktur, disampaikan dalam bahasa Inggris yang fasih dengan suara yang mantap. Di seberang ruangan, para delegasi rekannya ikut menyimak dengan penuh perhatian sementara para pimpinan komite mengamati dengan seksama.
Inilah suasana pada simulasi Model United Nations (Model UN) yang diselenggarakan pada 28 Januari oleh International Global Network (IGN), sebuah organisasi pendidikan yang berbasis di Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun ke-10-nya.
William telah berpartisipasi dalam beberapa konferensi, termasuk edisi ke-11 Asia World Model United Nations (AWMUN) di Seoul dan edisi ke-12-nya di Bali, yang berlangsung berturut-turut pada Oktober 2025. Yang terbaru, ia berpartisipasi dalam edisi ke-20 Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) pada 16–19 Januari di Kuala Lumpur. Ia dianugerahkan Best Delegate di ketiganya, masing-masing mewakili UNHCR (Badan Pengungsi PBB), WHO, dan UNICEF.
“William pada awalnya sangat pemalu,” kata ibunya, Meidia Safitri.