Parkir Hidraulik Multi-Lantai Baru Dibuka di Hotspot Pariwisata Tertua Bali

20 Januari 2026

Sanur adalah resor pariwisata tertua di Bali. Tempat wisata tepi pantai ini telah mengalami banyak fase dan tetap menjadi salah satu tujuan terpopuler di pulau itu.

Namun, seiring dengan pertumbuhan destinasi ini, infrastruktur sekitarnya, terutama untuk transportasi dan parkir, belum sepenuhnya mengikuti permintaan yang meningkat, sehingga menimbulkan masalah kemacetan lalu lintas dan parkir.

Parking for Motorcycles in Bali.jpg

Pemerintah Kota Denpasar dan Desa Adat Sanur bekerja sama untuk menciptakan solusi berkelanjutan dan berdampak terhadap kemacetan lalu lintas serta masalah parkir di Sanur.

Sebuah garasi parkir hidrolik enam lantai baru telah dibangun di Pantai Bangsal Sanur untuk membantu mengurangi masalah parkir di daerah tersebut.

Ada banyak alasan mengapa kemacetan lalu lintas terjadi di Sanur, tetapi satu masalah yang secara teori bisa diselesaikan dengan mudah adalah masalah mobil dan sepeda motor yang diparkir di tepi jalan-jalan sibuk, menghalangi kelancaran arus lalu lintas.

Garasi parkir hidrolik yang baru ini direncanakan untuk menyelesaikan sebagian masalah di desa pariwisata tersebut.

Situasinya belum berjalan mulus sepenuhnya, bagaimanapun. Garasi parkir hidrolik bertingkat baru ini kini berada dalam fase uji coba peluncuran lunak, tetapi Desa Adat Sanur menemukan bahwa sulit untuk menugaskan staf di lokasi tersebut.

Berbicara kepada wartawan, Kepala Desa Adat Sanur Ida Bagus Sudiraharja menjelaskan, “Ini masih masa percobaan, belum beroperasi sepenuhnya. Ada cukup banyak pengunjung, tetapi tenaga kerja belum siap sepenuhnya, sehingga pengunjung cenderung terburu-buru dan meninggalkan sepeda motor mereka.”

Ia mencatat bahwa sangat sedikit orang muda yang menunjukkan minat pada peran petugas parkir, yang membuatnya sulit untuk sepenuhnya menyiapkan staf di lokasi tersebut.

Karena operasional sistem parkir, lokasi ini bergantung pada ketersediaan staf yang cukup untuk bekerja secara efektif. Sudiraharja menjelaskan, “Pengunjung hanya akan memarkir sepeda motor mereka, dan petugas parkir akan mengatur masuk-keluar motor tersebut. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan vendor untuk membantu pengadaan staf.”

Tarif parkir saat ini dipatok sebesar IDR 2.000 per sepeda motor, sejalan dengan semua area parkir lainnya di Sanur dan resor wisata di Bali. Garasi parkir hidrolik yang baru ini dapat menampung 600 sepeda motor.

Proyek dan bangunan parkir baru ini merupakan hasil kerja sama antara Desa Adat Sanur dan vendor yang berbasis di Jakarta. Ini berfungsi sebagai proyek percontohan di Bali; jika terbukti sebagai solusi yang layak untuk masalah parkir di daerah yang padat di Bali, terutama di kawasan resor wisata, lebih banyak jenis garasi parkir semacam ini bisa dibangun.

Perjanjian manajemen berlangsung 10 tahun, dan dilengkapi dengan sistem bagi hasil, yang ditetapkan 30% untuk Desa Adat Sanur dan 70% untuk vendor.

Ini bukan solusi pertama yang diterapkan di Sanur untuk membantu menjaga para wisatawan tetap bergerak bebas selama liburan dan tidak terjebak macet.

Tahun lalu, Desa Adat Sanur menguji layanan bus shuttle listrik baru yang sekarang telah menjadi fitur permanen dari resor pariwisata tersebut.

View of Sanur Beach Resort in Bali

Layanan bus shuttle saat ini beroperasi dari pukul 06.00 hingga 22.00, dengan layanan terakhir berjalan pada rute pukul 21.00. Setiap bus dapat membawa 10–12 penumpang.

Rutenya dimulai dari Sekolah Menengah Pertama Pariwisata Sanur (SMP), berhenti di Pasar Sanur Sindu, Icon Mall, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Danau Poso, dan lanjut ke Parkir Pantai Mertasari.

Layanan ini diluncurkan dengan enam bus yang beroperasi, dan segera akan meningkat menjadi dua belas untuk memastikan bahwa ada cukup tempat bagi semua orang yang ingin menggunakan layanan tersebut.

Sanur Beach Sun Loungers Bali

Misi jangka panjangnya adalah menciptakan kantong-kantong parkir di Sanur yang sejalan dengan layanan bus shuttle listrik dan transportasi publik lainnya di daerah itu untuk membentuk jaringan parkir-dan-naik (park-and-ride) bagi wisatawan, anggota komunitas setempat, dan staf lokal yang bepergian ke Sanur setiap hari untuk bekerja.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar