Penerbangan Langsung Baru Dari Bali Ke Destinasi Wisata Super Unik Segera Hadir

15 Desember 2025

Para pemimpin di Bali bertekad menjadikan pulau itu sebagai pusat perdagangan dan transit internasional yang setara dengan Kuala Lumpur, Hong Kong, dan Singapura.

Minggu ini, para pemimpin pariwisata Bali menjadi tuan rumah delegasi internasional untuk membahas kemitraan masa depan dan konektivitas perjalanan menuju destinasi yang sangat unik.

View of Uluwatu Temple in Bali.jpg

Pada hari Rabu, 10 Desember, sebuah pertemuan meja bundar bisnis pariwisata diselenggarakan di Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Ngurah Rai.

Pertemuan itu dihadiri pemangku kepentingan seperti Kamar Dagang dan Industri Bali (Kadin), Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, Badan Pariwisata Bali, serta anggota ASITA Bali dan Organda.

Salah satu tamu penting adalah Konsul Kehormatan Republik Kazakhstan di Bali, I Putu Winastra, yang kepada wartawan mengonfirmasi bahwa salah satu agenda pertemuan adalah mempersatukan para pemimpin asosiasi bisnis di Bali dengan Kazakhstan.

Dia mengatakan kepada wartawan, “Hari ini adalah meja bundar bisnis antara Kazakhstan dan Bali, di mana kami mengundang para pemimpin pemangku kepentingan untuk membagikan potensi bisnis di Kazakhstan yang bisa dimanfaatkan oleh asosiasi kami di Bali.”

Winastra menambahkan, “Ada banyak bidang potensi untuk dikembangkan di Kazakhstan. Misalnya, mengirim terapis dari Bali. Terapis Bali dikenal secara internasional. Ini adalah peluang yang patut direbut.” Bali menyambut sejumlah wisatawan dari Kazakhstan, meskipun jumlahnya lebih rendah dibanding negara tetangga, Thailand dan Vietnam, yang dapat menyambut 200,000 – 300,000 wisatawan dari Kazakhstan setiap tahun.

Winastra memberi tahu wartawan, “Ini berarti masih ada banyak peluang yang bisa kita manfaatkan di Kazakhstan. Sayangnya, tantangan kita terletak pada konektivitas dari Kazakhstan, terutama dari Almaty atau Astana (dua kota besar di Kazakhstan) ke Bali, yang memerlukan menghubungkan melalui negara lain. Sementara itu, penerbangan langsung ke Thailand dan Vietnam, misalnya, sudah ada.”

Dia menjelaskan bahwa pasar pariwisata Kazakhstan bisa sangat bermanfaat bagi Bali, terutama karena wisatawan cenderung menginap lebih lama dan menghabiskan lebih banyak. “Wisatawan Kazakhstan ini adalah salah satu wisatawan yang menghabiskan cukup banyak uang dan lamanya tinggal lebih dari 10 hari.”

Sebagai Konsul Kehormatan Kazakhstan di Indonesia, Winastra mengonfirmasi bahwa, bersama Kedutaan Kazakhstan dan pemerintah Indonesia, ia mendorong pembentukan penerbangan langsung untuk membangun konektivitas yang lebih efektif.

Ada juga harapan bahwa perjalanan bebas visa bagi wisatawan Kazakhstan akan menjadi kenyataan di masa depan untuk membantu mendorong perjalanan. Duta Kazakhstan untuk Indonesia, Serzhan Abdykarimov, menyambut langkah kolaboratif ini dengan hangat. 

Hanya sebulan yang lalu Indonesia menambahkan kebebasan visa bagi warga negara Afrika Selatan, memberikan harapan bahwa lebih banyak perjalanan bebas visa bisa ada di masa depan dekat ini. Sebelum pandemi, perjalanan bebas visa tersedia untuk semua kedatangan Bali yang paling sering, termasuk orang Australia. 

Passport Laptop Keyboard Hands

Apa yang jelas adalah bahwa lebih banyak koneksi penerbangan internasional akan dibuka dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada 2026 dan seterusnya. Pada 2025, lebih dari selusin penerbangan baru ditambahkan ke jadwal, melayani baik rute domestik maupun internasional. 

Yang terbaru adalah penerbangan domestik singkat antara Denpasar dan Jember di Jawa Timur. Berdasarkan keterangan kepada wartawan awal minggu ini, General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan bahwa rute baru ini tidak hanya memperluas konektivitas udara antara Bali dan Jawa Timur sebagai wilayah, tetapi juga menjadi pengubah permainan, khususnya bagi Jember, yang sebelumnya tidak memiliki koneksi langsung.

View of Selotapak Ricefield, located at Trawas Mojokerto East Java Indonesia.jpg

Shahab menjelaskan, “Rute ini membuka akses baru untuk mobilitas publik dan mendukung pertumbuhan ekonomi antara wilayah-wilayah tersebut.”

Dia melanjutkan, “Pembukaan rute baru ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk memperkuat konektivitas udara nasional dan mendorong pertumbuhan industri pariwisata serta ekonomi regional.”

Air India Plane

Shahab menyimpulkan, “Setiap rute baru yang ditambahkan tidak hanya memperluas jaringan penerbangan yang tersedia untuk publik tetapi juga memperkuat posisi Bali sebagai tujuan terkemuka yang tetap diminati. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan aksesibilitas Bali ke berbagai wilayah di Indonesia dengan mendukung perluasan rute dan pengembangan layanan bandara.”

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar