Keselamatan adalah aspek terpenting dari liburan di mana pun di dunia. Jika kita tidak merasa aman, kita tidak bisa bersantai dan menikmati waktu istirahat, itulah tujuan utama sebuah liburan, bukan?

Kuta adalah salah satu resor wisata paling terkenal di Bali, menyambut ratusan ribu wisatawan setiap tahun. Populer di kalangan wisatawan domestik maupun internasional, keluarga, pelancong solo, dan perjalanan antar teman, daya tarik massal Kuta juga menjadi akar masalahnya.
Telah lama diakui bahwa gelombang kejahatan oportunistik lewat Kuta, dan dengan kehidupan malam yang sibuk, tidak jarang terjadi pertikaian yang dipicu alkohol pada larut malam di beberapa bagian area resor tersebut.
Namun demikian, Kuta tetap merupakan resor pariwisata yang aman dan menyambut, dan Kepolisian Bali memperbarui upaya untuk menindak kejahatan seketika muncul untuk memastikan Kuta tetap menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang.
Kepala Kepolisian Kuta, Komisaris Agus Riwayanto Diputra, minggu ini telah menyerukan kepada semua pemangku kepentingan di wilayah tersebut untuk bersatu membantu meningkatkan ‘pengawasan terhadap kerentanan potensial’.
Komisaris Diputra mengundang para pemimpin Desa Adat Kuta, bersama dengan Kepolisian Sipil Kabupaten Badung (Satpol PP), tim Pecalang Kuta, pelaku usaha pariwisata, dan anggota komunitas lokal untuk menjadikan Kuta tempat yang lebih aman.
Seperti dijelaskan dalam surat edaran formal, Komisaris Diputra mencatat bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menjaga keamanan dan mencegah gangguan di area Kuta, terutama pada kehidupan malam selama periode liburan.
Dia menyatakan, “Mengenai pengendalian aktivitas malam hari, Kepolisian Kuta terbuka untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah jika situasinya membutuhkan tindakan pembatasan tambahan.”
Dia menambahkan, “Kepolisian Kuta berkomitmen untuk menjaga lingkungan pariwisata yang aman, tertib, dan kondusif dengan memprioritaskan upaya pencegahan, kemanusiaan, dan kerjasama. Kami mendorong seluruh komunitas, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk terus mendukung upaya menjaga keamanan regional demi kesejahteraan semua orang.”
Bagi para turis yang akan mengunjungi Kuta dalam beberapa minggu ke depan dan selama periode liburan Natal dan Tahun Baru, hal ini mungkin berarti mereka akan melihat lebih banyak petugas keamanan yang sedang patroli. Penting bagi para turis untuk melaporkan aktivitas mencurigakan atau kejahatan kepada petugas keamanan secepat mungkin.
Laporannya sebaiknya disampaikan langsung ke Kepolisian Kuta; namun, di Pecalang setempat, petugas seringkali menjadi yang pertama di tempat kejadian karena mereka ditempatkan di seluruh desa siang dan malam.
Sebagai keamanan desa tradisional, mereka juga siap membantu para turis pada saat kejadian, dan mereka bekerja langsung dengan polisi juga.
Jelas bahwa para pemimpin keamanan di Bali memahami bahwa keterlibatan seluruh pemangku kepentingan secara menyeluruh diperlukan untuk memastikan bahwa keselamatan dan kenyamanan berlaku bagi komunitas lokal maupun wisatawan.
Inilah sebabnya minggu ini Kepolisian Regional Bali bermitra dengan penyedia layanan taksi online GoJek untuk menawarkan pelatihan kepada pengemudi. Pelatihan tersebut fokus pada peraturan jalan raya Indonesia, pemahaman pariwisata, dan pentingnya layanan berkualitas tinggi serta perlindungan penumpang.

Berbicara kepada wartawan setelah pelatihan, Gde Armyn Gita, Kepala Urusan Perusahaan untuk Gojek Bali dan Nusa Tenggara, berbagi, “Para mitra pengemudi adalah orang pertama yang berinteraksi langsung dengan turis dan publik. Karena itu, memahami hukum dan menjaga ketertiban di jalan sangat penting untuk mempertahankan citra Bali sebagai tujuan yang aman dan kelas dunia. Gojek berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan kepolisian dan semua pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan publik dan mobilitas yang nyaman di Bali.”
Komisioner Senior Kepolisian, Dr. I Gede Adhi Mulyawarman, Direktur Penyelidikan Kriminal Umum Kepolisian Regional Bali, menambahkan, “Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Gojek karena mengambil inisiatif menyelenggarakan kegiatan edukasi hukum ini. Langkah ini sangat positif dalam memperkuat kesadaran hukum di kalangan publik, terutama para sopir transportasi online yang merupakan bagian penting dari mobilitas pariwisata di Bali. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan bagi semua.”

Para turis yang menggunakan GoJek dan Grab di Bali disarankan untuk mengaktifkan semua fitur keselamatan dan keamanan yang tersedia sebelum memesan perjalanan pertama mereka. Dalam aplikasi GoJek, misalnya, turis telah didorong oleh perusahaan untuk mengaktifkan Berbagi Lokasi dan fitur Tombol Darurat.
Sesuai penjelasan oleh GoJek dan Kepolisian Bali, fitur-fitur ini dirancang untuk menjaga keselamatan pengemudi maupun penumpang dan memastikan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.