Peringatan Cuaca Ekstrem di Seluruh Destinasi Wisata Bali Teratas

14 Januari 2026

Para wisatawan di Bali telah didesak untuk memperhatikan peringatan cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bali (BMKG).

Dengan Indonesia berada di puncak musim hujan, kejadian cuaca ekstrem tercatat di seluruh negeri, termasuk di destinasi wisata terpopuler di Bali.

Indonesia Bali Weather Rain People Walk With Umbrellas.jpg

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bali (BMKG) telah mengonfirmasi bahwa curah hujan tinggi diperkirakan melanda Bali dari 13 Januari hingga 20 Januari.

Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Ar Roniri, mengonfirmasi bahwa peringatan dini telah dikeluarkan dan bahwa tim respons tetap siaga.

Berdasarkan analisis BMKG, resor pariwisata populer Kuta diperkirakan akan menjadi pusat dampak cuaca buruk, dengan curah hujan lebih dari 300 milimeter diperkirakan selama 10 hari ke depan.

Peringatan curah hujan tinggi juga telah dikeluarkan untuk Distrik Mengwi, sebagian besar Kabupaten Tabanan, dan banyak destinasi wisata populer di wilayah tengah dan timur provinsi tersebut, termasuk Ubud, Sidemen, dan Kintamani.

Kelembapan hujan yang tinggi dan kondisi cuaca ekstrem juga diperkirakan akan memengaruhi tinggi gelombang, dengan peringatan gelombang laut tinggi berlaku hingga 16 Januari.

Gelombang diperkirakan mencapai sekitar 2,5 meter. Wisatawan yang bepergian dengan kapal cepat atau feri dianjurkan untuk mengecek ke operator kapal mereka sebelum perjalanan guna memastikan cuaca tidak memengaruhi lintasan.

Demikian pula, wisatawan yang melakukan aktivitas maritim dan pariwisata laut seperti snorkeling, menyelam, dan selancar juga disarankan untuk memeriksa dengan penyedia layanan mereka sebelum kedatangan.

Seperti yang diperkirakan, tidak hanya di wilayah pesisir tempat para wisatawan harus mewaspadai cuaca selama minggu depan, tetapi juga di daerah pedalaman kepulauan tersebut.

Pada akhir pekan, sebuah pohon hibiskus raksasa tumbang di Jalan Raya Monkey Forest di Ubud bagian tengah, memblokir lalu lintas dan mendorong polisi setempat untuk mengeluarkan peringatan keselamatan publik tambahan kepada komunitas lokal, usaha pariwisata, dan pengunjung.

Kepala Kepolisian Ubud, Komisaris Wayan Putra Antara, mengatakan kepada wartawan, “Kami meminta publik tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama selama cuaca ekstrem. Jika Anda melihat pohon yang condong, atau akarnya tampak rapuh dan membahayakan pengguna jalan, laporkan segera kepada pihak berwenang sehingga pemangkasan dini bisa dilakukan.”

Panggilan tersebut muncul setelah sebuah pohon tumbang dan menewaskan seorang staf di Sangeh Monkey Forest pada awal Desember 2025, yang menggema tragedi serupa di Ubud Monkey Forest hampir tepat satu tahun sebelumnya, ketika dua wisatawan tewas akibat pohon tumbang dalam cuaca badai.

Monkey in Bali Monkey Forest

Pada Senin, 12 Januari, Tim Pencarian dan Pertolongan Bali berhasil mengevakuasi seorang remaja setempat dari Gunung Agung setelah ia tersesat di jalur akibat hujan deras, angin kencang, dan kabut tebal yang bergulung.

Remaja tersebut ditemukan mengalami hipotermia, meskipun ia diperkirakan akan pulih sepenuhnya. Pemuda itu memulai pendakian bersama temannya tetapi tanpa bantuan pemandu lokal, yang merupakan persyaratan ilegal bagi semua orang yang menelusuri jalur pendakian.

View of Mount Agung from East Bali

Dengan semua hal tersebut dipertimbangkan, para wisatawan yang melakukan perjalanan ke Bali pada musim hujan ini harus memastikan bahwa mereka memiliki polis asuransi perjalanan dan kesehatan yang benar-benar komprehensif, mengikuti panduan serta mematuhi peringatan dari lembaga pemerintah, dan selalu memiliki rencana cadangan untuk hari-hari hujan.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar