Risiko Pohon Tumbang, Longsor, dan Banjir: Keselamatan Wisatawan di Destinasi Bali Teratas

26 Februari 2026

Bali mungkin merupakan salah satu tujuan liburan teraman di dunia, namun selama musim hujan ini, muncul serangkaian risiko yang berbeda. Bali saat ini menduduki peringkat 83 pada Traveler Safety Index, dengan penipuan menjadi perhatian utama.

Dengan musim hujan yang masih berlangsung setidaknya satu bulan lagi, para wisatawan juga perlu menyadari risiko pohon tumbang, longsor, dan banjir. 

Balinese Men in Flood Water in Bali Storm Extreme Weather Rain.jpg

Sejak hari Sabtu, 21 Februari, Bali telah dilanda hujan deras. Sementara pada Rabu sore awan-awan mulai mengering, peringatan cuaca ekstrem diberlakukan di seluruh pulau hingga 26 Februari dan bisa diperpanjang.

Bali secara teknis telah melewati puncak musim hujan, tetapi itu tidak berarti pola cuaca ini telah berakhir.

Musim hujan ini datang satu bulan lebih awal dari biasanya dan menyebabkan banjir terparah dalam lebih dari 70 tahun pada bulan September.

Dengan musim hujan ini yang berperilaku berbeda, sulit untuk meramalkan kapan akan berakhir. Secara umum, musim kemarau dimulai pertengahan April, dengan hujan deras terakhir turun pada minggu terakhir Maret, dan di beberapa kawasan pada minggu pertama April.


VOTE TREKAM

Dengan hal ini, para wisatawan di Bali sekarang dan yang akan bepergian ke provinsi ini dalam satu setengah bulan ke depan perlu mewaspadai cuaca dan dampaknya terhadap keselamatan serta perjalanan di sekitar pulau. Seperti yang dialami puluhan wisatawan pekan ini, banjir adalah masalah serius di daerah seperti Kuta, Legian, Seminyak, dan Canggu.

Unit Penyelamat Kepolisian Bali telah bekerja di seluruh bagian selatan tengah pulau, membantu mengevakuasi anggota komunitas setempat dari rumah mereka, serta wisatawan dari akomodasi mereka, ketika banjir meningkat mendadak dalam beberapa hari terakhir. Sirene banjir yang terletak di sepanjang tepi Sungai Badung juga telah berbunyi, karena sungai tersebut berisiko meluap. 

Bukan hanya banjir yang menjadi kekhawatiran serius bagi para wisatawan, tetapi juga tanah longsor dan pohon tumbang. Jenis kejadian ini sulit diprediksi, tetapi para wisatawan harus menyadari.

Para wisatawan di Bali telah tewas akibat pohon tumbang di masa lalu, termasuk di atraksi teratas seperti Hutan Monyet Ubud.

Sementara staf atraksi dan anggota komunitas setempat melakukan semua yang mereka bisa untuk memangkas pohon dan mengamankan bukit serta lereng, pada akhirnya Alam Raya akan mengambil jalannya.

Monkey-Forest-in-Ubud-trees-and-Temple-in-Bali

Selama lima hari terakhir, ratusan juta rupiah kerusakan telah terjadi pada rumah, tempat usaha, bangunan komunitas dan kuil sebagai akibat tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir.

Kuil Kelembu di Desa Mas, tepat di luar pusat Ubud, terdampak oleh tanah longsor yang menghancurkan tiga struktur kuil utama dan menimbulkan kerusakan lebih dari IDR 500 juta.

Meski tidak ada yang terluka, komunitas memperkirakan bahwa proses pembersihan dan pembangunan kembali akan memakan waktu berminggu-minggu.

Canang-Sar-Offerings-in-Bali.jpg

Para wisatawan yang bepergian ke Bali harus lebih berhati-hati dan sabar saat komunitas bekerja untuk melewati musim hujan ini.

Wisatawan harus bekerja sama dengan tim keamanan setempat yang mungkin telah menutup atau membatasi akses ke area atraksi demi keselamatan publik, serta pengemudi yang akan mengambil rute alternatif untuk memprioritaskan keselamatan, karena risiko tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir terus berlanjut di samping kerusakan yang telah tercatat di banyak jalan utama Bali.

Driver on Moped in Rain in Bali

Penting bagi para wisatawan untuk membeli asuransi perjalanan yang komprehensif sebelum melakukan perjalanan ke Bali dan memeriksa polisnya untuk memahami apa yang dicakup dan apa yang tidak dicakup. Wisatawan juga harus memahami bagaimana cara mengajukan klaim dan mengakses dukungan dalam keadaan darurat, serta bagaimana menghubungi kedutaan atau konsulat mereka di Indonesia. 

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar