Saat Musik Memanggil: Pengunjung Festival Menyeberangi Jakarta dan Perbatasan untuk Ritual Tahunan

3 Juli 2026

Setahun sebelumnya, lagu-lagu Ziva telah menjadi soundtrack bagi bulan-bulan terakhir Paskahril sebagai seorang mahasiswa, mengalun sepanjang malam-malam panjang menulis tesis.

“Rasanya seperti perayaan atas tahun yang telah berlalu,” katanya. “Dulu saya sering mendengarkan musiknya saat mengerjakan tesis.”

Kini ia mendapatkan gaji sendiri dengan bekerja sebagai akuntan di area Mega Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan; Paskahril telah menghabiskan berbulan-bulan menabung untuk tiket yang harganya sekitar Rp 1 juta (US$55.55).

Pada Sabtu malam, ia tiba di arena festival dua jam sebelum penyanyi favoritnya dijadwalkan tampil pada pukul 23.00.

Menyusuri ribuan penonton festival di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), dia terus memeriksa teleponnya berkali-kali untuk memastikan dia menuju panggung yang tepat.

Edisi ke-21 Java Jazz Festival menampilkan puluhan artis lokal dan internasional di beberapa panggung, termasuk penyanyi R&B asal Inggris Ella Mai, band indie rock Korea Selatan Wave to Earth, dan saksofonis asal Amerika Serikat Dave Koz, tetapi Paskahril datang untuk satu nama.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar