Sejak ditayangkan perdana pada 27 November 2025, film ini, yang ditulis dan disutradarai oleh Muhadkly Acho, telah terjual lebih dari 10,5 juta tiket dalam 38 hari.
“Agak Laen: Menyala Pantiku! secara resmi memecahkan rekor untuk menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa. Terima kasih telah memberi kami kesempatan untuk menyebarkan tawa dan menjadi bagian dari sejarah perfilman Indonesia,” kata rumah produksi film Imajinari dalam sebuah unggahan Instagram pada 2 Januari.
Penampilan yang memecahkan rekor itu melampaui prekuelnya, Agak Laen, yang dirilis pada Februari 2024, yang mencapai 9,1 juta penjualan.
Film-film ini dinamai menurut sebuah podcast yang dibawakan oleh Muhadkly, Bene Dion, Oki Rengga, Boris Bokir, dan Indra Jegel. Agak Laen adalah ekspresi slang Indonesia yang umum digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak biasa atau sedikit di luar kebiasaan, kira-kira berarti “sedikit berbeda”.
Film pertama mengikuti empat teman yang pindah ke kota dan menjalankan rumah berhantu di pasar malam. Upaya mereka gagal, karena atraksinya tidak cukup menakutkan.
Sekuelnya menampilkan pemeran inti komika yang sama, termasuk Bene, Oki, Boris, dan Indra. Film ini berfokus pada empat petugas polisi yang menghadapi pemecatan setelah gagal memecahkan pembunuhan putra walikota. Upaya mereka yang absurd untuk menangkap pelaku pembunuhan membawa sebagian besar humor film ini.