Sorotan Hotel Terbaik di Ubud: Keajaiban Praktik Wellness Asli Bali untuk Tamu

17 Desember 2025

Kementerian Pariwisata Indonesia baru-baru ini mengumumkan bahwa gastronomi, wellness, dan pariwisata maritim akan menjadi tiga fokus utama pengembangan pariwisata secara nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Di Bali, gastronomi, wellness, dan pariwisata maritim telah menjadi pilar utama sektor perhotelan selama beberapa dekade, dan sebuah hotel membuktikan bahwa tren perjalanan ini tidak akan pernah pudar. 

View of Ubud Rice Terraces

Tren pariwisata global menunjukkan bahwa pariwisata wellness adalah faktor utama bagi para wisatawan dalam memilih destinasi. Data menunjukkan bahwa lebih dari 70% pelancong memilih destinasi yang menawarkan beragam aktivitas wellness, termasuk pengalaman penyembuhan, meditasi, dan kegiatan berbasis alam. 

Sebuah hotel di Ubud melampaui batas untuk mengintegrasikan wellness dan kesehatan holistik ke dalam setiap aspek penawarannya. Tim dari Sanggraloka Ubud telah berbicara kepada wartawan mengenai upaya yang dilakukan untuk mempromosikan keberlanjutan dalam tawaran pariwisata wellness, karena keduanya saling terkait secara tak terpisahkan. Tidak ada kesehatan manusia tanpa kesehatan planet. 

General Manager Sanggraloka Ubud, Komang Kariyana, menjelaskan kepada wartawan bagaimana seluruh area resor pada awalnya adalah kebun sayur lokal yang dialiri oleh Sungai Tukad Oos.

Hal ini berarti lanskap resor secara keseluruhan berada dalam kondisi prima ketika tim hotel mengambil alih pengawasan lahan tersebut. Kariyana menjelaskan kepada wartawan bagaimana, bersama dengan I Wayan Lanus, mitra pengembangan, area tersebut diremajakan tanpa kehilangan karakter alaminya.

Dia menjelaskan, “Dulu hanya kebun sayur dengan sungai yang jernih. Kami telah merancang area ini agar menyatu dengan alam. Air terjun setinggi sekitar 2,5 meter, yang sekarang menjadi daya tarik utama, muncul secara alami setelah batu-batu disusun membentuk bendungan.”

Kariyana menjelaskan bagaimana pesan hotel sama pentingnya dengan masa inap tamu. Ia berbagi bagaimana pesan utama dalam mengembangkan lahan menjadi resor pariwisata berkelanjutan adalah tentang pelestarian alam, lingkungan, dan keberlanjutan komunitas.

Resor ini dibangun di atas lahan tidak produktif, sementara kebun penduduk sekitar dan sawah-sawahnya dipertahankan. Bahkan kebun sayur lokal dikembangkan menjadi kebun organik tanpa penggunaan bahan kimia.

Taman ini dikelola dengan cara tradisional Bali, sebagaimana masih terlihat di komunitas pedesaan di seluruh provinsi. 

Ini berarti makanan tamu dibuat menggunakan tomat, jahe, kunyit, terong, seledri, kacang panjang, dan bahkan moringa yang ditanam di kebun. Salah satu aspek terpenting wellness adalah nutrisi, dan tidak ada yang lebih baik daripada sayuran organik lokal yang ditanam sendiri!

Ini benar-benar restoran dari ladang ke meja. Kepala Makanan & Minuman, I Wayan Eka Arsana, bangga dengan apa yang telah dicapai tim dalam membawa bahan-bahan yang ditanam dengan penuh kasih langsung ke piring tamu. Dengan bahan-bahan yang bersumber langsung dari kebun organik, Koki Arsana menyiapkan menu beragam hidangan lokal, nasional, internasional, dan Mediterania.

Alih-alih sarapan buffet hotel klasik, sarapan di Sanggraloka disajikan sebagai konsep ritual dining, dengan hidangan pembuka dan hidangan penutup yang dipersonalisasi untuk setiap tamu.

Chef at Pass Fine Dining Bali.jpg

Untuk memastikan bahwa penawaran wellness tidak tergilas oleh keberlanjutan, Sanggraloka menawarkan berbagai aktivitas wellness berbasis alam bagi tamu.

Ini mencakup yoga outdoor dan meditasi, terapi bath suara yang menggabungkan resonansi bunyi alami, kelas berkebun organik, dan ritual melukat di Sungai Oos. 

Untuk proses penyucian yang sedikit lebih mendalam, para tamu Sanggraloka Ubud juga dapat mengunjungi kolam alami milik hotel. Dikelilingi oleh hutan tropis, air mata air alami yang jernih memberi tamu kesempatan untuk beristirahat, mengisi ulang tenaga, dan meremajakan diri jauh dari keramaian di pusat Ubud.

Women Get Massage At Spa

Untuk memastikan bahwa tawaran wellness di Sanggraloka dapat diakses oleh semua orang, terutama bagi tamu yang lebih lanjut usia, tim sedang memasang eskalator luar ruangan yang menuju area Sungai.

Wayan Lanus, direktur dan mitra Sanggraloka Ubud, menjelaskan kepada wartawan bahwa masa depan pariwisata tidak hanya seharusnya mengejar pertumbuhan tetapi juga melestarikan warisan alam dan budaya Bali.

Ia ingin Sanggraloka Ubud menjadi mercusuar inspirasi tentang bagaimana pariwisata berkelanjutan bisa menguntungkan dan melindungi lingkungan.

Ketika beroperasi sepenuhnya, omzet ekonomi lokal diperkirakan mencapai IDR 1,2 hingga IDR 1,6 miliar per tahun, dan 70% dari staf telah direkrut dari Desa Bresela dan Payangan yang berdekatan. 

Hotel Worker Makes Bed in Luxury Hotel Room in Bali

Lanus menambahkan, “Tujuan kami bukan sekadar membangun resort, tetapi menciptakan ekosistem yang memberi makan tanah, memberdayakan komunitas, dan menjaga agar warisan budaya Bali tetap hidup.”

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar