Selama bertahun-tahun, Swiss memegang rekor dunia berkat Terowongan Gotthard Base, jalur bawah tanah sepanjang 57 kilometer yang menjadi simbol kecerdasan teknik Eropa. Namun kini, sebuah proyek baru dari Prancis muncul sebagai pesaing serius — dan ambisinya mengejutkan banyak pihak. Jika selesai tepat waktu, terowongan ini bukan hanya akan melampaui Gotthard Base, tetapi juga mengubah jalur transportasi di Eropa secara mendasar.
Para pakar menyebut proyek ini sebagai lompatan berani yang bisa menempatkan Prancis di pusat inovasi infrastruktur dunia.
Bagaimana Prancis berencana memecahkan rekor Swiss?
Proyek raksasa yang sedang digarap ini dirancang memiliki panjang lebih dari 60 kilometer, menjadikannya calon terowongan terpanjang yang pernah dibangun manusia. Terowongan tersebut direncanakan sebagai jalur transportasi multi-fungsi: dapat dilalui kereta cepat, logistik berat, dan sistem mobilitas baru yang sedang diuji pemerintah Prancis.
Menurut para insinyur, proyek ini akan berada jauh di bawah pegunungan dan melewati struktur geologi yang jauh lebih kompleks dibandingkan Gotthard. Ambisi ini membuat banyak pengamat internasional tak percaya bahwa Prancis berani mengambil risiko sebesar itu.
Seorang ahli geoteknik menggambarkan tantangannya demikian:
“Swiss memecahkan rekor dengan presisi, tetapi Prancis ingin memecahkannya dengan skala yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.”
Mengapa Eropa terobsesi dengan terowongan superpanjang?
Terowongan Gotthard Base membuktikan bahwa jalur bawah tanah dapat memangkas waktu tempuh secara drastis sambil mengurangi polusi. Setelah melihat keberhasilan Swiss, beberapa negara Eropa mulai melirik proyek serupa. Terowongan Prancis ini diklaim akan membawa manfaat besar, terutama dalam hal:
- Mengurangi kemacetan ekstrem di jalur pegunungan dan perbatasan
- Mempercepat transportasi barang antarnegara hingga 40%
- Menurunkan emisi karbon dari sektor logistik
- Mendorong integrasi jaringan kereta cepat Eropa generasi baru
Jika semua target tercapai, terowongan ini bisa menjadi proyek infrastruktur paling signifikan di benua tersebut dalam beberapa dekade.
Tantangan besar yang membuat dunia menahan napas
Walaupun ambisinya sangat besar, jalur ini tidak lepas dari kritik. Banyak yang mempertanyakan biaya fantastis, risiko geologi, dan dampak lingkungan. Beberapa wilayah yang dilalui juga khawatir akan getaran pengeboran serta potensi perubahan aliran air bawah tanah.
Namun pemerintah Prancis menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan dengan standar keamanan tertinggi, termasuk pengawasan ilmiah berlapis, sistem pembuangan air otomatis, dan teknologi pengeboran terbaru yang belum pernah digunakan di Eropa sebelumnya.
Tantangan teknisnya begitu besar sehingga proyek ini sering dijuluki sebagai “misi ke bulan versi Eropa daratan”.
Apakah rekor Swiss benar-benar akan tumbang?
Penyelesaiannya masih bertahun-tahun lagi, tetapi fondasi pertama sudah ditetapkan. Jika Prancis berhasil menyelesaikan proyek sepanjang lebih dari 60 kilometer ini, dunia akan menyaksikan rekor baru — dan Swiss harus rela lengser sebagai pemilik terowongan terpanjang.
Namun terlepas dari siapa yang memegang rekor, satu hal menjadi jelas: perlombaan membangun terowongan superpanjang telah membuka babak baru dalam sejarah transportasi modern.
Dan ketika akhirnya terowongan Prancis ini dibuka untuk publik, perjalanan lintas Eropa mungkin tidak akan pernah sama lagi.