Pada hari Sabtu, 12 September, seorang turis Australia berusia 29 tahun tewas jatuh di Pantai Kelingking di Nusa Penida, Bali.
Tragedi ini telah menjadi berita utama di seluruh dunia dan telah menimbulkan pertanyaan tentang catatan keselamatan Bali karena lanskap tebing yang populer itu menarik semakin banyak turis.

Petugas penjaga pantai yang bertugas di Pantai Kelingking pada Sabtu pagi diberitahu mengenai seorang turis yang kesulitan di tebing. Dilaporkan bahwa wanita berusia 29 tahun itu jatuh untuk kedua kalinya saat tim SAR berupaya menjangkaunya dan meninggal di tempat kejadian.
Berbicara kepada wartawan setelah kejadian tersebut, Koordinator Unit Siaga Nusa Penida, Chakra Negara, mengatakan, ”Menurut informasi di lapangan, korban dilaporkan jatuh sekitar pukul 09:00. Pada saat itu, korban sedang mencari jalan mandiri ke ujung tebing sebelum akhirnya tergelincir dan jatuh ke tebing.” Upaya penyelamatan dan misi pemulihan diamati oleh publik.
Negara kepada wartawan, “Setelah menerima perintah dari pimpinan, kami kemudian menurunkan tim bantuan ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya untuk melaksanakan upaya evakuasi.”
Karena posisi yang berbahaya dari mana wanita itu jatuh, Negara menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengevakuasi dengan aman adalah kembali naik melalui jalur pesisir. Misi pemulihan merupakan upaya terkoordinasi oleh TNI AL Pos Nusa Penida, Polsek Nusa Penida, Balawista Nusa Pantai Kelingking, Babinsa Desa Bunga Mekar, Klinik Penida Griya, dan penduduk setempat.
Wanita itu diduga bepergian sendirian, menjelajahi jalur itu sendiri, dan didampingi di Nusa Penida oleh seorang sopir wisatawan. Kepolisian Bali telah mengonfirmasi bahwa penyelidikan penuh akan dilakukan sekarang dan bahwa pihak berwenang Indonesia menjalin komunikasi dengan Konsulat Australia.
Tragedi ini mengejutkan komunitas di seluruh Bali dan Australia, serta menimbulkan pertanyaan mengenai keselamatan atraksi wisata teratas Bali. Pantai Kelingking adalah salah satu keajaiban alam paling terkenal di Bali dan menarik ratusan ribu turis setiap tahunnya.
Jalur pesisir menuju pantai sangat berbahaya, sering kali penuh sesak, dan secara luas diakui bahwa situasinya perlu diperbaiki.
Jalur tersebut menampilkan bagian batuan, berkerikil di mana sukar ditemukan pijakan yang aman; terdapat anak tangga curam yang di beberapa tempat memerlukan lompatan keyakinan, dan pegangan tangan, tali pengaman, serta fitur keselamatan lainnya jarang digunakan.
Sangat penting untuk membawa air, mengenakan sepatu yang kokoh, dan meminta bantuan pemandu setempat.

Wisatawan yang merencanakan mengunjungi Pantai Kelingking diingatkan bahwa mereka menempuh jalur tebing menuju Pantai Kelingking dengan risiko mereka sendiri. Pantai Kelingking juga secara tegas merupakan zona larangan berenang.

Wisatawan yang bepergian ke Bali harus memiliki asuransi perjalanan yang sangat komprehensif dan memastikan mereka memesan pengalaman dengan pemandu yang tepercaya, serta mematuhi peringatan keselamatan yang diberikan oleh otoritas setempat, manajer destinasi, dan penduduk setempat.