Dinas pariwisata nasional Indonesia, Wonderful Indonesia, adalah salah satu tempat terbaik untuk menemukan inspirasi dan ide-ide menjelajahi kepulauan Indonesia.

Kita bercanda setengah hati saja, tetapi Wonderful Indonesia baru saja memperbarui pedomannya untuk Bali Culture 101, bagaimana memahami tradisi yang membentuk pulau itu, dan kami pikir itu layak untuk ditinjau ulang.
Dengan Bali berada di tengah musim liburan puncak, ribuan pelancong menuju pulau itu untuk pertama kalinya. Jadi tidak ada waktu yang lebih tepat daripada sekarang untuk mendapatkan pemahaman tentang keindahan dan keragaman budaya Bali agar pengunjung dapat memiliki liburan yang menghormati budaya, menyenangkan, dan bermakna di Bali.
Wonderful Indonesia berbagi, “Dalam Bali, tradisi tidak hanya disimpan untuk acara khusus. Tradisi itu dijahit ke dalam kehidupan sehari-hari melalui persembahan, upacara, dan praktik-praktik yang diturunkan dari generasi ke generasi, membentuk identitas pulau dan rasa kebersamaan komunitas.”
Bagi banyak wisatawan yang mengunjungi Bali, budaya yang benar-benar unik adalah salah satu atraksi terbesar. Dengan upacara, kepercayaan, dan ritual yang menentukan alur dan ritme setiap hari, cara hidup ini adalah sesuatu yang banyak wisatawan belum pernah alami sebelumnya.
Salah satu aspek pertama budaya Bali yang terlihat ketika wisatawan tiba adalah Canang Sari.
Seperti dijelaskan oleh Wonderful Indonesia, “Salah satu tradisi Bali yang paling terlihat, Canang Sari, adalah persembahan harian sebagai ekspresi rasa syukur dan pengabdian. Dibuat dari daun palma yang dianyam, bunga, dan dupa. Warna setiap bunga mewakili arah yang berbeda dalam kepercayaan Bali.”
Sesi-sesi ini ditawarkan di seluruh pulau, dan sebagian besar hotel kelas atas menawarkan kelas sebagai bagian dari program budaya mereka. Kami sangat menyukai lokakarya yang ditawarkan di ARMA Museum di Ubud. Kelas pembuatan Canang Sari juga tersedia di Hotel Tjampuhan di Ubud.
Kami sangat merekomendasikan memesan Workshop Canang Sari yang diikuti dengan kunjungan ke Tjampuhan Spa, yang terletak di dalam gua sungai… sungguh magis!

Wonderful Indonesia juga menyoroti Galungan dan Kuningan sebagai elemen penting budaya Bali yang perlu diketahui wisatawan. Ini sangat relevan saat Bali sedang merayakan Galungan.
Hari Galungan dirayakan pada 17 Juni 2026, dan Hari Kuningan akan menutup perayaan 10 hari pada 27 Juni 2026. Galungan dan Kuningan adalah perayaan Hindu Bali atas kemenangan kebaikan atas kejahatan, dharma atas adharma.

Para wisatawan di Bali saat ini tidak bisa tidak memperhatikan jalan-jalan yang dipenuhi Penjor yang mengesankan. Ini adalah tiang bambu tinggi dan berornamen yang dipasang di luar setiap rumah di setiap komunitas di Bali.
Koin-koin itu adalah simbol rasa syukur, dan diyakini membantu membimbing leluhur yang mengunjungi bumi selama 10 hari Galungan dan Kuningan, pulang ke rumah.

Budaya Bali kaya, beragam, dan bagi orang luar akan memerlukan seumur hidup studi yang didedikasikan untuk memahami sepenuhnya. Ini hanyalah salah satu alasan mengapa begitu banyak orang asing kembali ke Bali dari waktu ke waktu; satu kunjungan saja tidak cukup.
Ada begitu banyak hal untuk dipelajari tentang budaya Bali, mulai dari upacara dan ritual hingga kuil dan tempat suci, bahasa dan kosmologi, dan masih banyak lagi.
Meskipun terasa membingungkan untuk memulai, hormat budaya terhadap para wisatawan di Bali sangatlah sederhana; pelankan langkah, amati, bersikap ingin tahu secara lembut, murah hati, dan berpikiran terbuka, dan Anda akan merasa seperti di rumah.