Melalui International Science Partnerships Fund (ISPF), British Council dan Kementerian Sains, Inovasi, dan Teknologi Inggris Raya membiayai penelitian bersama di bidang kesehatan, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan. Tujuannya bukan sekadar menghasilkan pengetahuan, tetapi memastikan temuan tersebut diterapkan dalam kebijakan atau layanan publik untuk mengatasi masalah dunia nyata.
Direktur British Council Indonesia, Summer Xia, mengatakan inisiatif ini dirancang untuk memperkuat berbagi pengetahuan antara ilmuwan dari kedua negara sambil mempererat hubungan bilateral.
“Kami ingin memungkinkan para peneliti membangun jaringan sehingga ketika mereka kembali ke Indonesia, mereka dapat bekerja di sini, membimbing rekan-rekan mereka, dan menerjemahkan penelitian menjadi solusi dunia nyata,” kata Xia.
Penekanan pada penerapan penelitian ini menjadi fokus pada Forum Translasi Penelitian Indonesia-UK, yang diselenggarakan oleh British Council dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi di Jakarta pada awal bulan ini. Acara tersebut menghimpun para peneliti, pembuat kebijakan, dan pemain industri untuk mengeksplorasi cara meningkatkan jalur inovasi kesehatan dan pengembangan obat.
Satu studi yang didukung ISPF, yang mengadopsi pendekatan berbasis masalah sejalan dengan agenda hilirisasi Indonesia, meneliti bagaimana obat tekanan darah dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit kardiovaskular.
Penelitian ini dipimpin oleh Delvac Oceandy dan Efta Triastuti. Tim mereka menyelidiki faktor-faktor genetik yang memengaruhi bagaimana pasien merespons obat tekanan darah, dengan temuan-temuan tersebut telah digunakan untuk melatih tenaga kesehatan setempat dalam penanganan pasien.