Gempa Jepang Memicu Kekhawatiran terhadap Risiko Megathrust dan Tsunami di Resor Wisata Bali Teratas

22 April 2026

Pihak berwenang di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bali (BMKG Bali) telah mengeluarkan peringatan mitigasi lebih lanjut terkait risiko gempa megathrust yang dapat melanda pulau tersebut.

Siklus peringatan yang baru ini terasa sangat bermakna karena Jepang menurunkan peringatan tsunami setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo pada Senin, 20 April.

Tsunami Evacuation Route Sign in Indonesia.jpg

Indonesia terletak di dalam Cincin Api Pasifik, dan negara ini berada di bawah ancaman konstan aktivitas seismik dan vulkanik besar. Ini bukan hal yang unik bagi Indonesia; banyak negara di kawasan tersebut, termasuk Jepang dan Filipina, juga mengalaminya.

Pada hari Senin, 20 April, ribuan orang diperintahkan untuk mengungsi dari rumah mereka di prefektur Hokkaido, Jepang, setelah gempa berkekuatan 7,7. Gempa tersebut memicu peringatan tsunami, yang diberlakukan beberapa jam sebelum akhirnya diturunkan, meskipun Badan Meteorologi Jepang telah memperingatkan bahwa negara itu tetap berisiko lebih tinggi terhadap gempa megah dalam beberapa hari ke depan.

Pada jam-jam berikutnya, International Atomic Energy Agency (IAEA) menyatakan bahwa tidak ada kelainan yang diamati di fasilitas nuklir Jepang per pukul 08.16 GMT. Gempa di Jepang datang ketika para pejabat BMKG Bali mengulangi peringatan mitigasi untuk gempa megathrust yang bisa melebihi 9,0 pada skala Richter.

Gempa megathrust diperkirakan akan berdampak pada banyak pulau Indonesia, dengan Bali, Sumba, dan Kepulauan Flores diperkirakan menjadi yang paling terpengaruh.

Berbicara kepada para wartawan, Yogha Mahardika dari BMKG menjelaskan bahwa para seismolog tidak bisa memprediksi kapan kejadian seperti itu akan terjadi, melainkan menawarkan ramalan bagaimana kejadian tersebut akan berlangsung sehingga perencanaan dan upaya mitigasi bencana yang cukup dapat diterapkan sebelumnya.

Ia menjelaskan, “Menurut laporan Pusat Penelitian Gempa Nasional tahun 2024, Bali termasuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak oleh segmen Sumba dari megathrust. Namun, ini bukan prediksi atau proyeksi, melainkan sebuah bentuk edukasi mitigasi untuk memastikan bahwa publik tetap waspada.”


SUARA TERTANGGAP

@landuse.id Megathrust dapat memicu gempa besar di wilayah Jawa dan Sumatra. 🌍 Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, sebelumnya merilis pernyataan yang menyebut bahwa gempa di dua megathrust di Indonesia tinggal menunggu waktu. ⏳ Zona megathrust Mentawai-Siberut di sepanjang batas barat Pulau Sumatera dapat menyebabkan gempa hingga magnitudo 8,9. Sementara, zona megathrust Selat Sunda diperkirakan bisa memicu gempa dahsyat dengan kekuatan M 8,7. 🌋 Izin min @tribunnews pake Voicenya #megathrust #gempa #gempabumi #bencana #bencanaalam #jawa #sumatera ♬ original sound – Landuse.id

Konsensus umum para peneliti adalah bahwa risiko gempa megathrust melanda Indonesia adalah ‘hanya masalah waktu’, tetapi karena tidak ada teknologi yang dapat memprediksi secara akurat kapan bencana alam seperti itu bisa terjadi, para pejabat BMKG secara teratur mengeluarkan peringatan dan pembaruan edukasi untuk membantu publik mempersiapkan diri menghadapi situasi tersebut.

Dalam sebuah wawancara pers pada Juli 2025, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia menjelaskan kepada wartawan, “Jika gempa besar pada megathrust Nankai benar terjadi dan menghasilkan tsunami, kita perlu waspada, karena tsunami besar di Jepang berpotensi mencapai wilayah Indonesia.”

Tsunami Evacuation Sign

Wisatawan yang bepergian ke Bali hanya bisa mempersiapkan diri dan seberapa sadar komunitas lokal dapat dalam menghadapi gempa megathrust, letusan gunung berapi, tsunami, atau bencana alam lainnya.

Penting bagi semua wisatawan internasional ke Bali, dan Indonesia secara umum, untuk memiliki asuransi perjalanan yang sangat komprehensif. Sangat vital untuk memeriksa polis secara rinci sebelum bepergian agar mengetahui apa saja yang dicakup dan tidak dicakup dalam keadaan darurat serta bagaimana cara mendapatkan dukungan.

Tsunami Warning Sign by Ocean

Wisatawan yang bepergian ke Bali sebaiknya selalu berkonsultasi dengan tuan rumah akomodasi mereka mengenai protokol evakuasi jika terjadi gempa bumi atau bencana alam.

Walaupun gempa megathrust tidak bisa diprediksi, data menunjukkan bahwa Provinsi Bali mencatat 547 gempa pada tahun 2025, membuat secara statistik wisatawan berpotensi mengalami gempa kecil saat mereka berada di pulau tersebut.

Bali-Natural-Disaster-Evacuatin-Sign-For-Earthquake-Tsunami-and-Fire

Meski sebagian besar gempa tidak memerlukan evakuasi atau tindakan publik, karena skala kecilnya dan lokasi lepas pantai, penting untuk memahami apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa yang lebih besar, dan setiap penyedia akomodasi akan memiliki rute evakuasi serta rencana respons darurat mereka sendiri.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar