Sebuah insiden serius sedang berlangsung di salah satu pantai terpopuler di Bali. Pada hari Minggu, 7 Juni, dua anak-anak sedang bermain sepak bola di Pantai Kuta, dekat garis pantai, ketika mereka terseret ke laut.
Pada Selasa sore, meskipun upaya intensif dari tim Pencarian dan Penyelamatan, kedua anak tersebut belum ditemukan.

Dua anak lokal, diketahui dengan inisial AA, berusia 13 tahun, dan NAS, berusia 8 tahun, dilaporkan hilang sekitar pukul 18.00 pada hari Minggu, 7 Juni.
Kedua anak tersebut sedang bermain sepak bola di Pantai Kuta ketika bola mereka terguling ke laut. Saat masuk ke air untuk mengambil bola, diduga mereka tersapu arus kuat.
Upaya Pencarian dan Penyelamatan yang intensif segera diluncurkan dan dilakukan sepanjang waktu, tetapi hingga Selasa sore, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penemuan pasangan tersebut.
Berbicara kepada wartawan, Kepala Kantor Pencarian dan Penyelamatan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, berkata, “Saat mencoba mengambil bola yang telah terbawa arus, diduga kedua korban tersapu arus lalu hilang.” Ia mengonfirmasi bahwa enam petugas Pencarian dan Penyelamatan berada di lokasi pada pukul 18.50.
Ia mengonfirmasi bahwa pencarian di perairan berlanjut hingga larut malam Minggu, meskipun “karena visibilitas yang terbatas, upaya pencarian tadi malam mencakup penyisir sepanjang garis pantai. Pada pukul 22.00 WITA, hasil pencarian masih nihil.”
Pada hari Senin, upaya intensif di darat dan laut dilanjutkan bersamaan dengan dukungan udara. Menurut Ketut Wirajaya, Koordinator Lapangan dari Kantor Pencarian dan Penyelamatan Denpasar, konfirmasi bahwa pencarian dimulai pada pukul 07.00 pagi hari Senin, melibatkan tim Pencarian dan Penyelamatan gabungan serta berbagai kendaraan pencarian di laut, udara, dan darat.
Para turis di Pantai Kuta selama dua hari terakhir mungkin telah melihat operasi Pencarian dan Penyelamatan yang sedang berlangsung, termasuk jet ski dan perahu SAR yang telah menjelajahi daerah itu.
Sebuah helikopter dikerahkan bekerja sama dengan Basarnas Bali, SGi Air Bali, dan Finns Beach Club. Klinik Nusa Medica juga memberikan bantuan medis.
Helikopter tersebut melakukan pengawasan udara dan pencarian di perairan lepas Pantai Kuta.
Upaya pencarian ini semakin intensif dengan dukungan dari komunitas lokal dan badan keamanan lain. Kuta Balawista (Tim Penyelamat Desa) membantu pencarian dengan menurunkan jet ski.
Tim darat telah melakukan pencarian sekitar satu kilometer di selatan lokasi terakhir keberadaan anak-anak tersebut.
Untuk pencarian di laut, Satuan Operasi Khusus Laut (SRU) melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, mencakup wilayah sekitar 3 mil laut (NM²). Upaya pencarian difokuskan pada daerah yang diduga berada di jalur arus laut.

Perkembangan ini pada Selasa didukung oleh Kantor Pencarian dan Penyelamatan Denpasar, Polisi Kuta, Polisi Air Denpasar, Babinpotmar, Kuta Balawista, Banser, Bali Rescue Community (BRC), keluarga anak-anak, dan komunitas setempat.
Masih ada harapan bahwa anak-anak akan ditemukan hidup dan tim penyelamat akan melanjutkan upaya mereka sampai ditemukan.
Para turis di daerah Pantai Kuta mungkin akan menghadapi operasi pencarian dan penyelamatan dalam beberapa hari mendatang dan disarankan mengikuti panduan dari penyelenggara komunitas.

Insiden ini adalah pengingat yang sangat menyedihkan bahwa keselamatan pantai adalah prioritas utama, terutama untuk anak-anak dan terutama selama musim puncak yang sibuk di Bali.
Meskipun banyak pantai di Bali dianggap aman untuk berenang, semua pantai di pulau ini secara lokal memiliki arus yang kuat dan tidak dapat diprediksi, dan sering dilanda gelombang tinggi.
Semua wisatawan yang mengunjungi pantai-pantai Bali disarankan untuk memprioritaskan keselamatan dan tidak pernah memasuki air tanpa memberitahu seseorang terlebih dahulu.

Perlu dicatat bahwa meskipun sebagian Pantai Kuta, Pantai Legian, dan pantai-pantai Seminyak memiliki sistem bendera, tidak banyak pantai di Bali yang menjalankan sistem serupa.
Hanya karena tidak ada bendera tidak berarti aman untuk berenang, dan faktanya banyak pantai di Bali, termasuk yang berada di Nusa Penida, benar-benar merupakan zona larangan berenang.