Unbound: Kehancuran Sunyi Tersulam Melalui Cahaya dan Bentuk

11 Juni 2026

Di ujung yang jauh, sebuah patung stainless steel karya perajin perhiasan dan pematung asal Korea Selatan, Allyson Jeong, menggantung dari langit-langit, sebuah bola berlekuk yang menambatnya ke lantai saat rantainya bergoyang pelan, menyebarkan kilau cahaya ke seluruh ruangan. Di dekatnya, bunyi logam dari patung kinetik Gamelatron karya Aaron Taylor Kuffner terdengar lembut bergema di ruang itu.

Dipamerkan dari 24 April hingga 24 Mei, Unbound: Resonating Light memadukan perhiasan dan instalasi Jeong dengan fotografi atmosferik karya Tuft.

Lanskap di Pinggir

“Semua yang Anda lihat [dalam foto-foto ini] tidak ada lagi,” kata Tuft saat pembukaan pameran.

Tempat-tempat itu tetap ada, tetapi lanskap telah berubah secara dramatis akibat penipisan ozon, pemanasan global, dan pencairan gletser, transformasi yang telah ia dokumentasikan sejak 1998.

“Dalam dunia yang semakin digital, saya berharap [pengunjung] dapat merasakan energi spasial dari logam dan cahaya, serta menemukan resonansi mereka sendiri dalam ruang itu.” — Allyson Jeong

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar