Refleksi: Meditasi tentang Ketahanan Regional Singapura

31 Januari 2026

Untuk sebagian besar masyarakat Indonesia, Singapura adalah destinasi akhir pekan yang abadi, terutama sejak penerbangan ke negara-kota itu dari Jakarta lebih singkat, dan biayanya jauh lebih murah, dibandingkan terbang dari ibu kota ke Medan atau Banda Aceh di Sumatera.

Untuk sekelompok kecil orang Indonesia, terutama yang berada dalam kelas berduit, Singapura selalu menjadi rumah kedua, sebuah tempat yang menawarkan stabilitas, hukum dan ketertiban, terutama ketika kehidupan di dalam negeri menjadi kurang dapat diprediksi secara politik.

Adapun mayoritas, Singapura selalu hadir secara konstan dalam bentuk laksa, kaya toast dan yong tau fu, yang telah menjadi makanan pokok bahkan bagi kalangan publik yang kurang selektif.

Namun, meskipun pembuat kebijakan Singapura, lembaga riset dan warga biasa telah berupaya keras untuk meneliti, menyelidiki, dan mempertanyakan Indonesia, seperti melalui briefing harian dari S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) dan komentar-komentar reguler dari Asia Research Institute dari National University of Singapore (NUS), hal yang sama tidak bisa dikatakan mengenai rekan-rekan Indonesia mereka.

Di luar amukan sesekali dan komentar instan, sebagian besar ditujukan pada apa yang bisa dianggap sebagai pelanggaran terhadap integritas wilayah Indonesia (perjanjian Wilayah Informasi Penerbangan, FIR, terlintas di benak kita), ada sangat sedikit upaya yang bersifat terstruktur atau metodologis untuk memahami tetangga utara kita yang kecil.

Buku Reflections: Singapore’s Place in the World karya Barry Desker mungkin merupakan buku yang paling mudah diakses bagi orang-orang yang ingin memahami posisi negara-kota Singapura dalam konteks Asia Tenggara maupun konteks global.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Saya Rizky Pratama, penulis dan jurnalis yang mencintai dunia wisata dan budaya Indonesia. Melalui MADURACORNER.com, saya berbagi cerita, destinasi, dan inspirasi perjalanan dari seluruh Nusantara. Bagi saya, setiap perjalanan adalah kisah yang layak untuk dibagikan.

Tinggalkan komentar