Burung Bali Starling adalah salah satu burung yang paling langka di dunia. Endemik di Provinsi Bali, spesies ini mulai bangkit kembali dari ambang kepunahan berkat upaya konservasi yang intensif.
Bagi para wisatawan yang bepergian ke Bali, sekarang ini memungkinkan untuk melihat langsung upaya-upaya ini di Kabupaten Tabanan, tidak jauh dari Pura Tanah Lot.

Upaya untuk menyelamatkan Bali Starling dari kepunahan telah menjadi salah satu yang paling intensif dan berhasil di dunia.
Dalam komunitas yang sekarang dikenal sebagai Bali Starling Village, di Kecamatan Penebel di Kabupaten Tabanan, upaya-upaya tersebut telah sangat berhasil berkat kerja keras penduduk setempat dan para konservasionis.
Lembaga konservasi nirlaba, Friends of Nature, People and Forest, telah menjadi salah satu kontributor terbesar untuk kebangkitan Bali Starling. Dr Made Sugiarta, Manajer Proyek untuk inisiatif ini, telah berbicara kepada wartawan tentang keberhasilan program tersebut.
Ia mengatakan kepada wartawan bahwa proyek tersebut tidak akan mungkin terlaksana tanpa dukungan dan masukan dari komunitas adat, yang telah membantu memelihara burung yang nyaris punah itu hingga mencapai populasi sekitar 150 individu di empat desa di wilayah Tengkudak, Kabupaten Tabanan.
Salah satu masalah terbesar dalam meningkatkan jumlah populasi adalah Bali Starlings memiliki sifat teritorial, membutuhkan 2 hektar untuk pembiakan, bersarang, dan mencari makan. Yang membuatnya lebih sulit, Bali Starlings memilih sarangnya sendiri dan tidak merespons dengan baik terhadap kotak sarang yang disediakan oleh para konservasionis.
Sugiarta mengatakan kepada wartawan bahwa masih ada jalan panjang untuk Bali Starling, dan meskipun tingkat perburuan telah turun, risikonya tetap ada.
Perdagangan ilegal burung langka dan burung penyanyi di seluruh Indonesia adalah masalah besar bagi para konservasionis dan aktivis lingkungan, dan perburuan, disertai dengan hilangnya habitat, telah menjadi salah satu alasan utama jumlah Bali Starling menurun ke tingkat kritis dalam 30 tahun terakhir.
Sugiarta mengonfirmasi bahwa, bersama dengan upaya khusus untuk mendukung pembiakan, LSM tersebut bekerja untuk mendidik publik dan membangun kesadaran tentang pentingnya burung-burung ini serta kebutuhan untuk melindungi lanskap hutan kuno Bali.
Untuk membantu memperkuat program lebih lanjut, para wisatawan kini dapat mengunjungi Bali Starling Village. Program ini sekarang menyambut sekitar 200 wisatawan per hari pada akhir pekan, dengan wisatawan internasional dan kunjungan sekolah yang menjadi kelompok kunjungan terbanyak.
Sugiarta berbagi, “Kegiatan yang ditawarkan meliputi fotografi, pembuatan konten, dan trekking dengan beberapa pilihan jalur. Tersedia jalur pendek dan menengah, sedangkan jalur panjang masih dalam pengembangan.”
Rizky Pratama
Tulisan Terbaru