Para wisatawan yang bepergian ke Nusa Penida, Bali didesak untuk lebih berhati-hati terhadap barang bawaan mereka.
Pembaruan ini menyusul konfirmasi dari Kepolisian Nusa Penida bahwa mereka sedang menyelidiki empat kasus pencurian yang dilaporkan di pulau tersebut dalam sebulan terakhir.

Nusa Penida dianggap sebagai salah satu daerah paling aman dan paling santai di Bali, begitu juga Nusa Lembongan, tempat salah satu kejadian dilaporkan terjadi.
Pulau yang menjadi pilihan bagi banyak wisatawan harian dan mereka yang mencari tempo liburan yang lebih santai, Nusa Penida juga semakin populer.
Kepolisian Nusa Penida pekan ini mengadakan konferensi pers untuk membagikan rincian empat kasus pencurian yang dilaporkan oleh wisatawan pada bulan Oktober dan November hingga saat ini.
Petugas Kepolisian Nusa Penida telah mengonfirmasi bahwa lima tersangka telah ditangkap terkait pencurian tersebut dan bahwa tuduhan akan diajukan. Kepala Kepolisian Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma Jaya, mengonfirmasi bahwa pencurian tersebut mencakup barang berharga dan uang tunai.
Kasus pencurian utama pertama dilaporkan oleh seorang wisatawan dari Kazakhstan, yang mengklaim tasnya telah dicuri. Kepolisian telah mengonfirmasi penangkapan seorang berusia 21 tahun dan seorang berusia 33 tahun berasal dari Nusa Tenggara Barat bagian barat terkait kasus tersebut.
AKP Jaya juga mengonfirmasi sebuah kasus penggelapan yang mengakibatkan penangkapan seorang berusia 27 tahun dari South Lampang. Serangkaian kabel konstruksi juga dicuri oleh dua pria dari Kabupaten Buleleng.
AKP Jaya berbagi, “Bukti yang juga diamankan termasuk tas, ponsel, paspor, dompet, potongan kabel tembaga, dan peralatan yang digunakan pelaku dalam tindakan mereka.” Ia menambahkan, “Kami berkomitmen untuk menjaga keadaan aman dan tertib publik di wilayah Nusa Penida. Kami mendesak publik untuk tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.”
Wisatawan yang bepergian ke Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, dan, pada kenyataannya, ke tujuan mana pun di Bali diingatkan untuk tidak benar-benar menurunkan kewaspadaan saat berlibur. Meski destinasi ini sangat aman dibandingkan bagian lain dunia, wisatawan juga harus bertanggung jawab atas barang bawaan mereka dan tetap waspada terhadap perilaku mencurigakan.
Namun demikian, beberapa pembobolan dan kejahatan tidak bisa dicegah, dan korban tidak pernah disalahkan.
Wisatawan yang telah melihat perilaku mencurigakan atau menjadi korban kejahatan didesak untuk melaporkan kejadian tersebut kepada polisi sesegera mungkin.

Terlepas dari mitos urban yang beredar, Kepolisian Bali melakukan pekerjaan yang baik dalam menemukan dan menyelamatkan barang yang dicuri. Polisi hanya memiliki peluang melacak pelaku jika laporan dibuat, dan peluang untuk memulihkan barang meningkat secara dramatis jika laporan diajukan secepat mungkin.
Selama liburan Natal dan Tahun Baru, selalu ada lonjakan jumlah laporan pencurian terhadap wisatawan.

Saat musim pesta berlangsung, para pencuri oportunistis bekerja di area-area hiburan malam yang ramai seperti Kuta, Legian, Seminyak, dan Canggu. Wisatawan juga didesak untuk memperhatikan protokol keamanan yang berlaku di vila sewaan pribadi mereka.
Selama musim perayaan setiap tahun, sering terjadi lonjakan jumlah perampokan di jenis properti ini.
Para wisatawan disarankan untuk memastikan pintu dan jendela terkunci sebelum meninggalkan properti, dan memastikan barang-barang berharga tidak terlihat dari jendela. Wisatawan didesak untuk menyimpan barang berharga di tempat yang aman jika tersedia.

Wisatawan yang bepergian ke Bali diingatkan bahwa asuransi perjalanan adalah kebutuhan penting. Tidak hanya polis asuransi perjalanan yang komprehensif memberikan perlindungan atas perubahan perjalanan dan keadaan darurat medis, tetapi juga mencakup kejadian seperti pencurian barang berharga atau hilangnya barang bernilai tinggi.
Dalam hal pencurian, sebagian besar polis tidak akan membayar kecuali laporan polisi dapat diajukan sebagai bukti kasus tersebut.