Beraneka ukuran, warna dan emosi, gambar-gambar ini bersatu sebagai karya pemenang Kontes World Press Photo 2025.
“Kebenaran membutuhkan saksi,” kata duta besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, pada malam pembukaan tanggal 20 November. “Singkatnya, inilah inti dari World Press Photo. Sejak 1955, organisasi nirlaba di balik Kontes World Press Photo telah menyoroti contoh-contoh jurnalisme foto dan penceritaan visual yang menarik, informatif, dan menginspirasi dari seluruh dunia.”
Sejak didirikannya di Belanda, kontes ini telah tumbuh menjadi salah satu platform jurnalisme visual paling berpengaruh di dunia, mendokumentasikan perang, transformasi sosial, dan konflik politik.
Tahun ini kontes menerima 59.320 entri dari 3.778 fotografer di 141 negara.
“Inti dari proses ini adalah juri independen,” kata Mariana Rettore Baptista, manajer pameran dan kurator di World Press Photo (WPP) Foundation, dalam catatan video-nya yang ditayangkan pada malam pembukaan. “Peran mereka melampaui pemilihan gambar yang mencolok. Mereka memastikan bahwa cerita yang kita bagikan mencerminkan keragaman, kompleksitas, dan urgensi dunia tempat kita hidup.”
Tahun ini, juri memilih 42 fotografer pemenang, karya-karya mereka kini dipamerkan dalam pameran. Sejak perdana dunianya di Amsterdam, tur pameran kemudian melakukan kunjungan ke puluhan kota di seluruh dunia, termasuk Pontianak, Kalimantan Barat (3 Okt–1 Nov) dan Jakarta (21 Nov–20 Des).