Bali sedang melakukan beberapa upaya yang cukup kuat untuk memperbaiki masalah infrastruktur. Meskipun ada yang mengatakan bahwa masih banyak yang perlu dilakukan, dan dengan cepat, seperti dalam kasus masalah pengelolaan sampah di pulau ini, ada beberapa masalah yang ditangani para pemimpin pulau ini secara tepat waktu, meningkatkan kehidupan sehari-hari bagi penduduk setempat maupun wisatawan.

Salah satu masalah infrastruktur dasar yang saat ini mendapat perhatian adalah masalah kabel listrik yang telah lama ada. Hanya dengan sekilas ke atas, terlihat kabel listrik Bali cukup berantakan, setidaknya menurut pendapat banyak orang.
Tak hanya kekusutan kabel yang tidak sedap dipandang, tetapi mereka juga bisa sangat berbahaya. Tidak jarang kabel-kabel tersebut jatuh, dengan kabel yang masih hidup tergantung di jalan, dan bahkan kebakaran listrik bisa terjadi.
Masalah ini pelan-pelan diperbaiki di daerah seperti Canggu dan Kuta, dan kini giliran Ubud untuk membenahi kabel-kabelnya.
Minggu ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar telah mengonfirmasi bahwa mereka bekerja sama dengan Asosiasi Penyedia Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk mengubah jaringan utilitas yang melintas di atas menjadi kabel bawah tanah, meningkatkan daya tarik visual Ubud secara keseluruhan bagi wisatawan dan penduduk setempat.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, kepada wartawan mengatakan bahwa ia mengambil inisiatif untuk peningkatan ini dan segera memerintahkan Sekretaris Daerah Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama untuk memimpin pekerjaan tersebut bersama dengan perangkat daerah terkait.
Ia mencatat bahwa dengan menempatkan kabel di bawah tanah daripada di atas, kekacauan visual secara keseluruhan akan berkurang, dan keselamatan publik akan meningkat, semua hal ini akan membantu memperkuat citra Ubud sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Berbicara kepada wartawan, Ketua Apjatel Bali, Dodi Simanjuntak, menjelaskan bahwa relokasi jaringan utilitas bertujuan merapikan kabel serat optik yang berantakan dan mengurangi jumlah tiang di sepanjang jalan.
Pekerjaan minggu ini difokuskan pada Jalan Suweta, Jalan Sri Wedari, dan Jalan Tirta Tawar, dengan pekerjaan lain akan menyusul segera. Ia menjelaskan bahwa dengan memindahkan kabel-kabel ke bawah tanah, komunitas lokal akan dapat menggunakan jalan-jalan mereka sepenuhnya, tanpa mengorbankan keselamatan.

Simanjuntak membagikan, “Diharapkan juga penurunan kabel tidak lagi mengganggu aktivitas tradisional dan keagamaan seperti pelebon atau ngaben, pemasangan penjor, dan arak-arakan ogoh-ogoh, sambil juga memperindah penampilan kawasan.”
Kepala Desa Ubud, Made Gian Nanda Suwitra, kepada wartawan, “Semoga ini bisa menjadi contoh untuk mengurangi jumlah kabel, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan estetis.”
Menambahkan, “Ini adalah langkah maju. Kami berharap program di jalan-jalan ini berhasil dan dapat menjadi contoh bagi area lain di Gianyar, memastikan lingkungan kerja yang lebih terorganisir dan aman bagi semua.”

Sementara Gianyar memberi langkah untuk memperbaiki kabel di resor wisata teratas di Ubud, ada harapan bahwa langkah ini akan menginspirasi para pemimpin di bagian selatan untuk juga bertindak cepat dan proaktif.
Pada hari Selasa, 21 April, sebuah tiang yang membawa kabel listrik hidup tumbang di sepanjang Jalan Labuan Sait di Uluwatu.
Tiang tersebut tumbang karena sebuah pohon yang jatuh selama hujan deras, dan baik pohon maupun kabel menutupi jalan yang sudah sangat macet itu.

Kekhawatiran terkait keselamatan publik muncul karena para pengemudi tidak memiliki pilihan lain selain melewati kabel listrik utama yang hidup saat hujan turun.
Masalah ini diselesaikan pada akhir hari itu, namun menjadi pengingat yang terlalu tepat bagi para pemimpin Bali bahwa peningkatan infrastruktur dasar sangat penting, baik dari segi keselamatan publik maupun estetika visual yang menjadi andalan pulau ini bagi keberhasilan pariwisata.