Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali terus berkembang untuk meningkatkan konektivitas dan layanan bagi penumpang.
InJourney Airports, perusahaan yang bertanggung jawab atas Bandara Bali, telah mengonfirmasi bahwa pada kuartal pertama 2026, bandara meningkatkan konektivitasnya ke tujuan domestik maupun internasional, memastikan Bali tetap menjadi destinasi perjalanan yang kompetitif secara global.

InJourney Airports, secara resmi dikenal sebagai PT Angkasa Pura Indonesia, mengawasi 37 bandara di seluruh Indonesia, termasuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali.
Direktur Utama perusahaan ini, Mohammad R. Pahlevi, telah mengonfirmasi bahwa antara Januari dan April 2026, 53 rute penerbangan baru diluncurkan untuk membantu memperkuat konektivitas udara nasional dan mendukung mobilitas publik, logistik, dan meningkatkan sektor pariwisata. Rute utama baru diluncurkan dari Bali dan dari Surabaya.
Pahlevi confirmed that this is a 15 percent increase in new flight services compared to the same period in 2025, which saw the addition of 46 routes. These new routes include previously unserved routes and additional airline services on existing routes. He explained, “An example of a route that has never been operated before is Sam Ratulangi Airport Manado-Naha Tahuna Airport, which will now be served by Wings Air starting in May 2026.”
Maskapai nasional Garuda Indonesia akan membuka layanan baru dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Bandara Mozes Kilangin, Timika, mulai Mei 2026. Timika adalah salah satu gerbang ke Papua. Sebuah wilayah Indonesia yang dianggap benar-benar terpencil, dan semakin menarik bagi para pelancong yang ingin merasakan sisi kepulauan yang kurang dieksplorasi.
Pahlevi noted that more routes are to be opening up internationally across Indonesia in the coming months, offering even more connectivity for international visitors and Indonesian travelers.
He highlighted the new T’way Air’s Soekarno-Hatta-Incheon route, which launched on 29th April 2026, Scoot’s Belitung-Singapore route, which will launch in May 2026, and Pontianak-Singapore in June 2026. He also confirmed news from Centrum Air, which will be opening a route from Tasikmalaya in Uzbekistan to I Gusti Ngurah Rai Airport later this year, alongside Greater Bay Airlines, which is planning to launch a Hong Kong-Juanda International Airport route, Surabaya, in a few months’ time.
Para turis yang bepergian ke Bali bulan ini disarankan untuk mencari penawaran perjalanan domestik last-minute. Seiring sektor penerbangan global mempersiapkan diri untuk mengatasi potensi isu yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah terhadap pasokan bahan bakar, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Haryo Limanseto, telah menerapkan kebijakan pemotongan PPN pada penerbangan domestik. Kebijakan ini mulai berlaku pada 24 April dan akan berlaku selama 60 hari.
Menteri Limanseto kepada media mengatakan, “Fasilitas ini berlaku untuk tiket yang dibeli dan penerbangan yang diambil dalam 60 hari, dimulai satu hari setelah peraturan ini diberlakukan.” Menambahkan, “Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga keberlanjutan industri penerbangan dan menjaga tarif tetap terjangkau, dengan membatasi kenaikan tarif domestik antara 9 dan 13 persen.”

Meski kekhawatiran tentang situasi bahan bakar global adalah valid, masalah ini belum berdampak pada turis Bali. Faktanya, sebaliknya. Data perjalanan yang dirilis oleh Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai minggu lalu menunjukkan jumlah kedatangan terus meningkat.
Sejak Januari hingga April 2026, jumlah penumpang yang melintasi bandara ini melebihi 4,5 juta, meningkat lebih dari 10 persen dibanding periode yang sama pada 2025.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, kepada wartawan mengatakan, “Sebagai gerbang utama Bali bagi turis internasional, kualitas layanan imigrasi adalah faktor krusial dalam mendukung iklim pariwisata di Bali. Dalam beberapa tahun terakhir, arus orang yang melintasi perbatasan, baik warga negara Indonesia maupun asing, telah menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.”

Ia menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan bahwa Bandara Bali tetap menjadi fasilitas perjalanan yang aman dan efisien bagi para turis, dan mengonfirmasi bahwa peningkatan akan perlu dilakukan.
Ia menyimpulkan, “Kami juga mendorong optimalisasi fasilitas berbasis teknologi seperti autogates, aplikasi Online Indonesia, dan layanan e-visa untuk mempercepat proses pemeriksaan dan meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan asing.”